Persaingan Internal Parpol Panas
Jelang Pilbup Sesama Kader Adu Kuat
Amurang, ME
Pertarungan figur memang menarik disimak jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Minsel. Mulai terbaca siapa yang akan bertarung di Pilbup. Namun sesuai aturan, partai politik (Parpol) masih menjadi jalur utama sebagai jembatan pencalonan. Ada alternatif lain, yakni jalur independen. Pada opsi ini, para kandidat harus mengumpulkan pendukung sebanyak 6,5 persen dari jumlah penduduk, dalam bentuk KTP.
Namun harus diakui, gengsi parpol lebih besar. Karena jika maju dari parpol, selain membawa nama besar partai, mesin parpol pun akan berjalan. Hal ini membuat, para figur yang ingin maju di pilbup mulai "cari muka" dan bergerilya mencari ‘kendaraan’ politik. Maka mulailah terjadi persaiangan antar kader.
Misalnya ditubuh Partai Golkar. Pemenang Pileg khusus Kabupaten Minsel ini, mempunyai beberapa kader potensial yang kemungkinan akan diusung. Sebut saja Christiany Eugenia Paruntu SE yang adalah Bupati Minsel saat ini dan Ketua DPD II Golkar Minsel versi Munas Ancol, Brilliant Charles SE dan juga Drs Hangky Arthur Gerungan MSi.
Jika di pilbup Minsel nanti partai golkar tetap mengikuti hasil Rekerda, pasti secara otomatis Paruntu yang akan diusung. Namun jika merujuk pada kepemimpinan Golkar versi Ancol, pasti hasil Rekerda tak akan dipakai lagi, penjaringan calon akan dibuka kembali, sesuai keterangan yang diutarakan ketua DPD II Golkar Minsel versi Ancol beberapa waktu lalu.
Jadi, bisa dikata Charles maupun Gerungan memiliki peluang untuk diusung Golkar di Cabup Minsel Desember nanti. Begitu juga dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Di Minsel nama politisi banteng moncong putih, Drs Ramoy Markus Luntungan, Frangky Wongkar SH, Ventje Tuelah SSos dan Rommy Pondaag SH MH bermunculan. Masing masing kader memiliki kelebihan, dan bisa dikatakan layak dicalonkan.
Sementara di Partai Gerindra, meski terkesan adem ayem tapi bukan tidak mungkin sesama kader saling bersaing. Untuk Minsel, sesama petugas kepala Garuda muncul. Drs Sonny F Tandaju MSi, Frangky Lelengboto ST dan Anne Langi. Hal yang sama berlaku juga di Partai Demokrat, selain Jhon RM Sumual SE SH MSi ada juga nama Billy Lombok SH. Begitu juga pasti berlaku di Nasdem dan PAN.
Pengamat politik Mouretz Tampi SIP menilai, panasnya pertarungan diinternal partai bisa memberi keuntungan tersendiri bagi rival politik. "Harusnya Golkar jangan ambil resiko. Jika hanya mendukung salah satu, Golkar pasti kalah. Apalagi jika berhadapan dengan PDI Perjuangan yang semakin solid," kata Tampi.
Dari perpecahan ini, kataTampi, maka akan bermunculan figur lain yang siap bersaing mengambil alih kekuasaan. Ia menyarankan sesama kader jangan saling menjatuhkan. "Harusnya jelang pilbup lakukan konsolidasi partai. Duduk semeja untuk merundingkan strategi apa yang akan dipakai untuk menang. Bukan malah adu kuat," jelasnya.
Memang diakui Tampi, persaiangan internal partai jelang pilbup memang ada. Termasuk di parpol yang terlihat solid. "Harus diakui, biasanya pemenang adalah mereka yang kompak dan solid. Pada pilkada tahun ini, melihat juga golkar dalam konflik sama halnya akan membuka karpet merah menyambut PDI Perjuangan sebagai pemenang. Jika ingin menang harus solid dulu," tandasnya. (tim me)



































