Foto: Ilustrasi depot air isi ulang.
Dinkes Diminta Intens Periksa Depo Air Isi Ulang
Amurang, ME
Dinas Kesehatan (Dinkes) Minahasa Selatan (Minsel) mendapat tantangan dari berbagai pihak untuk memeriksa kebersihan semua depo air isi ulang yang beroperasi. Pemeriksaan harus dilakukan demi memastikan produksi air higienis dan layak dikonsumsi.
"Dinkes harus menyanggupi tantangan ini," ujar tokoh masyarakat Minsel Robert Pasla.
"Ini sebuah kenyataan. Selain banyak keluhan dari masyarakat, saya sendiri pernah mendapati kualitas air minum isi ulang yang buruk. Makanya Dinkes tidak boleh tinggal diam," terang Pasla.
Pengalaman soal itu terjadi ketika mendapati air minum isi ulang di rumahnya sudah dalam keadaan berlumut, meski baru seminggu diisi. Ia pun merasa kecewa dengan hal seperti itu dan menganggap ada pengawasan yang tidak maksimal dari lembaga pemerintah yang menangani masalah ini.
"Kalau pengawasan atau pemeriksaan rutin dilakukan, pasti tidak begitu," ujarnya.
Selain pemeriksaan, Pasla sendiri meminta Dinkes melakukan survey secara berkala di seluruh depo air isi ulang. Hal itu, kata dia, harus dilakukan guna menjamin kualitas produksi air."Kalau sudah dinyatakan steril, beri label di depo tersebut agar warga mengetahui mana tempat yang airnya benar-benar bersih, mana yang tidak. Nah, itu bisa dilakukan kalau pemeriksaannya jalan bagus," sebut Pasla.
Menanggapi hal ini, Sekertaris Dinas Kesehatan Minsel, dr Olga Tampemawas mengungkapkan jika pihaknya memang rutin melakukan pemeriksaan.
"Setiap enam bulan, petugas sanitasi kami selalu melakukan pemeriksaan di semua depo. Pemeriksaan kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan sertifikat tanda telah diperiksa," ungkapnya.
Karena itu, dirinya yakin selama periode enam bulan kualitas air minum isi ulang di semua depo steril dan higienis.
"Kecuali sudah lewat enam bulan belum diperiksa, kemungkinan air tidak steril sangat besar. Secara umum patokan menentukan kualitas air bisa dilihat dari beberapa ciri-cirinya, yaitu air tidak berwana, tidak berbau dan tidak berasa," terangnya seraya menegaskan akan mencabut izin usaha depo jika mendapati produksi air tidak higienis. (revel maliangkay)



































