Foto: Edwin Pratasik.(Foto: Ist)
Doyan Plesir, Komitmen Legislator Minahasa Dipertanyakan
Tondano, ME
Sepak terjang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa, kembali disoal. Komitmen memperjuangkan aspirasi dan menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, terancam buyar. Alasannya, penghuni Gedung Manguni doyan studi banding.
Selang bulan november 2014 hingga maret ini, para wakil rakyat diketahui telah tiga kali melakukan kunjungan keluar daerah dengan menggunakan uang rakyat. Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Minahasa Edwin Pratasik, mengaku miris melihat kinerja anggota DPRD Minahasa. Kata dia, apa yang disampaikan saat kampanye lalu untuk memperjuangkan hak-hak rakyat, terkesan hanya ‘jual kecap’.
"Sebagai rakyat, saya malu melihat kinerja para wakil rakyat ini. Kami menghimbau ke depan, jangan pilih wakil rakyat yang tidak punya komitmen dan tidak konsisten memperjuangkan aspirasa rakyat minahasa," tandas Pratasik.
Terkait kunjungan kerja komisi II ke Bali dan Lombok, menurutnya, hanya untuk berwisata semata. Disamping itu, hasil dari kunjungan kerja yang dilakukan di luar daerah hampir tidak ada dampaknya buat masyarakat. Jika kunjungannya untuk kemajuan daerah dan kemakmuran rakyat, seharusnya para legislator menyampaikan ke publik apa yang dilakukan disana dan apa yang bisa diterapkan di Minahasa, agar tidak terkesan menghambur-hamburkan uang rakyat. Disamping itu, dalam melakukan kunjungannya ke luar daerah, harus mempertimbangkan kultur dan potensi daerah tujuan yang mirip dengan Minahasa.
“Jika Bali dan Lombok terlalu jauh untuk dicontoh karena dari segi infrastruktur dan kultur masyarakatnya berbeda dengan Minahasa,” ketus dia.
Hal ini ditanggapi oleh anggota DPRD Minahasa Feybe Sanger. Menurutnya, kunjungan komisi II ke Lombok bukan untuk jalan-jalan. Dalam kunjungannya tersebut, komisi II banyak mendapatkan masukan terkait pengembangan pariwisata di Minahasa, dimana untuk memajukan potensi pariwisata yang perlu dibenahi infrastruktur. Satu hal yang patut dicontoh dari Lombok menurut politisi PDIP ini adalah Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPDA), jika hal ini diterapkan di Minahasa pihaknya optimis sektor pariwisata di Minahasa akan maju.
Berdasarkan kunjungan tersebut Komisi II akan menyampaikan kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata untuk melakukan pemetaan kawasan wisata terbaik untuk digenjot infrastruktur penunjangnya."Banyak kekayaan pariwisata di Minahasa, event tahunan perlu kita mulai sebagai agenda penting daerah untuk majukan pariwisata," kelit Feybe.(joel polutu)



































