Jelang Pilkada, Peta Politik Bolsel Bisa Berubah
Bolaang Uki, ME
Paskah disahkannya kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Ancol Jakarta oleh pemerintah, praktis merubah konstalasi politik yang ada di Daerah, tak terkecuali di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Sebelumnya, Partai Golkar yang menjadi koordinator koalisi merah putih (KMP) di DPRD Bolsel, kerap tak sejalan dengan koalisi Indonesia Hebat (KIH).
Walau komposisi KMP di DPRD hanya didukung, Demokrat dan Gerindra, dua koalisi KMP, PAN dan PPP justru membentuk fraksi sendiri yang hanya di topang Hanura.
Menurut pengamat politik, Zainal Van Gobel, kalau memang terjadi reposisi kepengurusan DPD II Golkar, tentu peta politik jelang pemilihan bupati ikut terpengaruh. Zainal menganalisa, arah dukungan politik Golkar yang cenderung mendukung partai pemenang, seperti PDI-P makin kencang.
“Kalau skenario ini benar terjadi, praktis dukungan politik bagi ketua DPC PDI-P untuk bertarung lagi dalam Pilkada sulit dikalahkan,” tutur Zainal.
Salah satu alasannya, massa tradisional Golkar di daerah begitu kuat dan jelas, ditambah militansinya Moncong Putih. “Maka lawan-lawan politik harus berhitung jika memang ingin bertarung,” jelas Zainal.
Apalagi, PAN Sulut melalui Ketua, Tatong Bara dan Bendahara DPP, Yasti Soepredjo Mokoagow menyatakan dukungan bagi Hi Herson Mayulu, SIP.
“Mari sama-sama kita bantu Bapak Hi Herson Mayulu, SIP dalam Pilkada,” tutur Yasti, lalu.
Melihat banyaknya dukungan di DPRD bagi H2M (sebutan akrab Hi Herson Mayulu, SIP), PDI-P mendapat 8 kursi, Hanura 2 kursi, PAN, 2 kursi, PPP satu kursi jika ditambah lagi dengan Golar 3 kursi. Sisanya, Demokrat 3 kursi dan Gerindra satu kursi.
Dalam aturan UU No 1 tahun 2015 tentang syarat dukungan, harus 20 persen perolehan kursi di DPRD atau 25 persen suara hasil Pemilu
legislatif gabungan partai yang mendapatkan kursi di DPRD. Bagi independen, harus mendapatkan dukungan 10 persen dari jumlah
penduduk(khusus Bolsel tidak lebih dari 250 ribu penduduk).
“Kelihatannya, paling banyak ada tiga pasangan akan ikut Pilkada,” tandas Zainal.
Menurut Plt ketua DPD II Golkar Bolsel, Alsidik Gobel, partainya sementara melakukan konsolidasi. Kemungkinan akan berkoalisasi bisa saja terjadi.
“Tergantung pengurus DPD I dan DPP, tapi memang peluangnya cukup besar," tutur Alsidik.
Sementara itu, Ketua DPD II Golar Hasil Munas Bali, Abdul Razak Bunsal mengatakan masih menunggu langkah-langkah politik dari pengurus pusat.
“Kita masih tunggu,” singkatnya. (stanly kakunsi)



































