Foto: Luctor Tapiheru. (Foto : Ist)
Kredit Macet di Sulut Capai Rp 1 Triliun
Manado, ME
Ekonomi Sulut patut waspada. Angka Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah mulai bergerak naik. Sektor pertanian dan perikanan jadi pemicu utama.
Kredit bermasalah sektor pertanian dan perikanan Sulut oleh bank umum hingga Januari 2015 mencapai Rp 26,12 miliar atau meningkat 12,89% jika dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu hanya Rp23,14 miliar. Hal inii dikatakan Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut Luctor Tapiheru di Manado.
Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, juga mengalami peningkatan sebesar 9,59% dari Rp 23,83 miliar pada bulan Desember 2014 menjadi Rp 26,12 miliar pada bulan Januari 2015. Secara rasio, NPL sektor pertanian dan perikanan di Sulut hingga Januari 2015 sebesar 5,57%, yakni sudah berada di atas batas ketentuan BI sebesar 5% atau plus 0,57 %.
Sementara itu, Tapiheru menyebutkan secara keseluruhan NPL sektoral oleh perbankan Sulut mencapai Rp 856 miliar atau tumbuh 17,35% jika dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya hanya Rp 730 miliar.
Pengamat ekonomi Sulut Febry Lumbu menilai jumlah kredit macet di Sulut sudah berada di kisaran Rp 1 Triliun. Pasalnya, angka NPL di perbankan belum ditambah kredit macet di sektor pembiayaan mikro seperti BPR, Koperasi Simpan Pinjam, maupun lainnya.
“Angka dari BI itu kan belum dari Bank Perkreditan Rakyat, Koperasi, maupun lembaga-lembaga keuangan mikro yang tidak terdeteksi system perbankan, kalau saya akumulasikan kredit macet bisa saja diatas satu triliun, hanya yang resmi itu yang diumumkan BI,” kata Lumbu.(raimon sumual)



































