Kelanjutan MRBM KJ
Ishak : Pemkot Harus Prioritaskan MRBM
Kotamobagu, ME
Kelanjutan pembangunan Mesjid Raya Baitul Makmur (MRBM) mulai kurang jelas alias KJ. Pasalnya, mega proyek kotamobagu yang memakan anggaran hingga Rp 17 Miliar tersebut belum ada tanda untuk segera tandatangan kontrak. Kondisi ini pun menyulut amarah masyarakat Kotamobagu yang menginginkan agar pembangunan lanjutan MRBM segera dilakukan.
“Kami meminta kepada Pemkot, khususnya Bagian Kesejahteraan Sosial untuk pro aktif terkait kelanjutan proyek MRBM ini. Anggaran yang sudah ditata dan diketuk serta disetujui DPRD dan walikota ini harus segera dilaksanakan. Mengingat waktu yang semakin menipis. Saat ini saja, kita sudah berada di ujung triwulan satu,” pinta Ketua Lembaga Pengawas Kinerja Ekesekutif-Legislatif (LPKEL) Reformasi, Effendy Abdul Kadir.
Sementara itu, legislator Komisi II DPRD Kotamobagu meminta pihak pemkot dapat memprioritaskan proyek MRBM ini.
“Pemkot harus memprioritaskan pembangunan MRBM ini. Menurut saya sudah tidak ada lagi kendala yang dihadapi pihak Pemkot. Anggarannya sudah tertata,” tegas Wakil Ketua Komisi II, Ir Ishak Sugeha via seluler.
Ishak juga merinci, waktu untuk pemamfaatan anggaran sebesar 17 Milyar dapat terealisasi jika kontrak dilangsungkan selama enam bulan. Jadi, Ishak memprediksi waktu yang tepat untuk penandatanganan kontrak adalah minimal akhir bulan April.
“Proses tender harus dipercepat. Siapa saja pemenangnya, proses yang menentukan. Sangat dibutuhkan konsistensi para pelaksana,” tambah mantan Konsultan ini.
Sementara itu, Kepala Bagian Kessos Setda Pemkot Kotamobagu, Adin Mantali ketika dihubungi via seluler dalam kondisi aktif tetapi tidak menjawab panggilan. Ketika di SMS pun tidak ada balasan.(yadi mokoagow)



































