Pimpin AJI Manado, Ikanubun – Lumowa Susun Komposisi Kepengurusan


Manado, ME

Setelah terpilih secara aklamasi sebagai dalam Forum Konferensi Kota (Konferta) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado yang digelar di Hotel Tontemboan Manado, Sabtu (21/03) akhir pekan lalu, Yoseph E Ikanubun dan Fernando Lumowa sebagai Ketua dan Sekretaris segera menyusun komposisi kepengurusan AJI Manado Periode 2015 – 2018.

“Sesuai aturan dalam AD dan ART, maka Ketua dan Sekretaris terpilih diberikan waktu selama satu minggu untuk menyusun komposisi kepengurusan,” ujar Pimpinan Sidang Konferta AJI Manado, Fransiskus Talokon didampingi anggota, Donny Turang dan Nolfie Tamod.

Hal senada disampaikan Angota Bidang Pendidikan AJI Indonesia, Ratna Ariyanti. “Silahkan kepada ketua dan sekretaris terpilih untuk menyusun komposisi kepengurusan. Bisa mengacu pada aturan yang ada untuk bidang-bidangnya, juga memperhatikan kebutuhan AJI Kota,” papar Ratna, jurnalis dari Harian Bisnis Indonesia ini.

Sementara itu, Ikanubun dan Lumowa menyatakan, akan mengakomodir semua potensi anggota yang ada dari berbagai media dalam kepengurusan nanti. “Kepengurusan nanti adalah mengutamakan kebersamaan dan kinerja. Kita pakai asas kolektif kolegial. Semua poensi anggota dimaksimalkan, dari berbagai media yang ada,” ujar Ikanubun dan Lumowa.

Diketahui, Ikanubun dan Lumowa terpilih secara aklamasi setelah dua pasangan lainnya, Fransiskus Talokon – Donny Turang, dan Syarif Litty – Simon Making mundur dari pencalonan.

Ikanubun dan Lumowa menyatakan terima kasih atas kepercayaan anggota AJI. Menurut keduanya, tantangan ke depan akan lebih sulit untuk menjaga integritas jurnalis serta independensi media. “Tantangan AJI ke depan sangat besar termasuk independensi media. AJI berkomitmen menjadikan profesi jurnalis tetap independen, profesional dan beretika," tegas keduanya.

Tantangan lainnya, lanjut Ikanubun dan Lumowa, AJI berupaya agar jurnalis memiliki kompetensi standar serta mendapatkan hak untuk sejahtera. Persoalan yang kerap dihadapi dewasa ini ialah banyak media yang melakukan rekrutmen wartawan secara instan tanpa membekalinya dengan keterampilan serta pemahaman kode etik jurnalistik. "Tak bisa dipungkiri, masih banyak pelanggaran kode etik yang terjadi. Itu tantangan AJI dan kita berupaya agar itu tak terjadi," jelas Ikanubun dan Lumowa.

Diketahui, rangkaian seminar lingkungan hidup dan Konferta ini dibuka secara langsung oleh Anggota Divisi Pendidikan, AJI Indonesia Ratna Ariyanthi.

Seminar itu menghadirkan sejumlah pembicara seperti Rony Rusdiansyah, external communication manager AQUA Group Regional III,  Verico Ngangi dari PT Tirta Investama Airmadidi, Dr Ir Linda Tondobala DEA, Koordinator Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam Unsrat Manado, serta Ratna Arianthi dari AJI Indonesia.

Sedangkan peserta seminar terdiri dari berbagai unsur seperti Walhi, LBH Manado, Yayasan Suara Nurani Minaesa, Kantor Penghubung Komisi Yudisial, Yayasan Dian Rakyat Indonesia, Pers Mahasiswa Politekhnik Negeri Manado, serta kalangan media masa.

Turut hadir sejumlah undangan seperti Karo Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut, Linda Watania, Kapenrem Mayor Suwarno, Polresta Manado, Kodim Manado, Wakil Rektor III Universitas Katolik De La Salle Manado, Dr Valentino Lumowa dan Dinas Pendidikan kota Manado. (devy kumaat)



Sponsors

Sponsors