Poktan Dadakan 'Gentayangan' di Minsel


Amurang, ME

Tidak bisa dipungkiri lagi, keberadaan Kelompok tani (Poktan) dadakan banyak di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Biasanya Poktan dadakan ini 'Gentayangan' manakala ada program bantuan pemerintah.

Ahli Kelompok Tani Nasional Andalan (KTNA) George Umpel mengatakan disaat pemerintah memberikan bantuan, Poktan dadakan sering menyampaikan bantuan ke Dinas Pertanian.

"Keberadaan kelompok tani dadakan merusak program pemerintah. Banyak program tidak jalan karena ulah mereka," ungkap Umpel saat memberi keterangan kepada wartawan di Kantor Bupati, Rabu (18/3).

Kelompok tani dadakan ini menurutnya sering beraksi dengan modus menyampaikan permohonan ke instansi pemerintah. Mereka seolah butuh bantuan dan berpura-pura menjadi petani.

"Kelompok tani dadakan biasanya muncul karena pemerintah rutin memberikan bantuan kepada masyarakat petani melalui Poktan. Tujuan mereka sebenarnya hanya mengambil keuntungan untuk kepentingan pribadi," ucapnya.

Untuk itu dia meminta,  Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) harus selektif dalam mengeluarkan sertifikat untuk Poktan.

"Untuk mengantisipasi masalah ini, BP4K harus mengevaluasi Poktan yang ada di Minsel. Selain itu, agar tidak terjadi pemberian bantuan tidak tepat sasaran, hubungan BP4K dan Dinas Pertanian dan Peternakan harus bagus, nantinya bantuan yang disalurkan tepat sasaran," ujarnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors