Foto: JWS-Ivansa.
Ada Apa dengan JWS-Ivansa?
Tondano, ME
Kabar tak sedap menyasar pemerintahan JWS-Ivansa. Hubungan top eksekutif birokrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, diduga retak. ‘Terjungkalnya’ dua penggawa Wakil Bupati (Wabup) Minahasa, Ivan Sarundajang, masing-masing Sekretaris Pribadi (Sespri) Theo Umbas, SSTP dan staf Wabup Audy Pungus, SSTP MSi dari jabatan struktural, diduga jadi pemantik.
Dalam penyegaran pejabat eselon II dan puluhan pejabat eselon III dan IV di lingkup Pemkab Minahasa yang dilaksanakan, akhir pekan lalu, ke dua birokrat potensial jebolan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), terguling dari jabatannya sebagai Kepala Bidang Bimbingan dan Penyuluhan di Dinas Sosial (Dinsos) serta Kepala Bidang (Kabid) Koperasi di Dinas Koperasi dan UKM.
Terkait hal ini, Theo Umbas saat dikonfirmasi, terlihat pasrah. Dia mengatakan, jabatan merupakan kepercayaan pimpinan. Untuk itu, dia menerima apapun yang telah diputuskan pimpinan. Umbas mengakui, proses penonjoban dirinya sudah melalui kajian dengan memperhatikan kualitas dan kemampuan kerja masing-masing pejabat. Dengan masuk daftar pejabat non job, ia menyadari, bisa jadi pimpinan menilainya tidak mampu bekerja dengan baik sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi).
"Kalau saya diganti mungkin karena kualitas dan hasil kerja saya yang tidak dipercaya pimpinan. Itu tidak masalah, karena yang menilai pimpinanan. Soal jabatan ini hanyalah amanah sebab sebagai PNS harus siap ditempatkan dimana saja. Tapi yang lucunya saya tidak mendapatkan informasi, bahkan kabar rolling ini hanya saya dengar dari orang lain. Tapi saya tetap bersyukur masih dipercayakan oleh Pak Wabup Ivansa sebagai Seprinya," aku mantan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha Pimpinan (TUP) Pemprov Sulut yang membawahi Tata Usaha Gubenur, Wakil Gubenur, Sekprov dan para Asisten.
Bupati Minahasa JWS dalam pelaksanaan rolling mengatakan, penataan birokrasi sangat penting dan strategis dalam mempercepat laju pembangunan di Minahasa. Karena, birokrasi adalah ujung tombak dan barometer organisasi.“Dalam pengangkatan pejabat selalu mengacu pada kualitas, kapasitas, integritas dan kompetensi pejabat. Hal ini merupakan acuan dilaksanakannya rolling pejabat ini,” jelas Bupati, belum lama.
"Intinya pelantikan dan pengambilan sumpah adalah implementasi dan tekad komitmen kami untuk terus mempercepat laju pembangunan di Minahasa melalui unit kerja," terang JWS.
Prosesi pelantikan pejabat yang dilaksanakan, pekan lalu, tanpa kehadiran Wabup Minahasa Ivan Sarundajang (Ivansa). Ketidakhadiran Ivansa tersebut, diduga akibat hubungan JWS dan Ivansa yang mulai renggang. Hal ini nampak dari kurangnya peranan Ivansa dalam pemerintahan di tanah Minahasa. (joel polutu)



































