Foto: Kepala Distanak Minsel Ir Decky Kientjem. (Foto: Ist)
Pemkab Diminta Seriusi Masalah Rabies
Amurang, ME
Meningkatnya kasus rabies di wilayah Minahasa Selatan (Minsel) belakangan ini terus meresahkan masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan setempat diminta untuk lebih serius dalam pencegahan Rabies atau penyakit anjing gila.
"Bahaya rabies semakin tinggi. Apalagi banyak anjing yang diduga tertular rabies berkeliaran di Wilayah Minsel," ujar Sammy Kumajas.
Bahkan menurut pengamatannya, penyebaran rabies diduga telah terjadi di hampir 17 kecamatan se-Minsel. Sayangnya, saat ini dinas pertanian dan peternakan Minsel terkesan cuek dan tutup mata menangani kasus tersebut.
“Kami meminta agar instansi terkait melakukan antisipasi. minimal dengan segera melakukan vaksinasi anti rabies terhadap anjing peliharaan. Itu untuk antisipasi sebelum korban warga terkena penyakit rabies bertambah,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Minsel Ir Decky Kientjem mengatakan bahwa memang saat ini sudah ada informasi soal rabies. Hal itu pun diakuinya sudah ditindaklanjuti dengan merekomendasikan petugas untuk melakukan vaksin anti rabies.
"Kami sudah laporkan kepada petugas untuk melakukan vaksinasi hewan peliharaan," ujarnya.
Meski begitu, dirinya tak menampik bahwa ada sedikit kendala yang terjadi yaitu sebagian masyarakat khususnya yang memelihara anjing di perkebunan sulit didatangi oleh petugas.
"Selain itu, keterbatasan jumlah petugas vaksinasi memang jadi kendala. Namun dengan keterbatasan ini, kami tetap berupaya melakukan tindakan pencegahan," tandas Kientjem. (revel maliangkay)



































