Demo di Kantor Bupati, Warga Minta Sarifudin Kembali Jabat Sangadi


Bolaang Uki, ME

Puluhan warga Desa Mamalia Satu, mendatangi kantor Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Rabu (11/3). Kedatangan mereka ihkwal mundurnya Sarifudin Botutihe, Sangadi Mamalia Satu, Kecamatan Posigadan. Warga menuntut agar Pemkab Bolsel mengembalikan posisi Sarifudin Botutihe sebagai Sangadi di desa mereka.

Diceritakan warga Mamalia, pengunduran diri Sarifudin Botutihe bermula saat kedatangan tamu dari Makassar di desa Mamalia Satu beberapa waktu lalu. Saat itu, tamu yang berasal dari salah satu yayasan memberikan sosialisasi, tanpa melapor ke pemerintah kecamatan.

Atas hal ini, dipanggilah Sarifudin Botutihe ke rumah dinas camat. Saat itu terjadi dialog yang kemudian menyulut emosi Sarifudin Botutihe.

Dari penuturan Apris Ruchban, karena terbawa emosi dalam dialog tersebut Sarifudin Botutihe sempat berucap akan mengundurkan diri saja.

"Keesokannya, munculah konsep surat pengunduran diri yang sudah diketik bermeterai oleh sekretaris desa atas perintah camat," ungkap Apris.

Masih terbawa emosi dari pertemuan kemarinnya, Sarifudin Botutihe tanpa berpikir langsung menandatanganinya.

Namun masalah ini belum diketahui warga. Nanti pada saat rapat serah terima jabatan, baru warga tahu Sarifudin Botutihe sudah mengundurkan diri dan diganti. Gejolak di masyarakat pun terjadi. Walau dari sisi aturan tidak ada yang salah.

Sementara menurut penuturan Camat Ramli Abdul Majid, dirinya tak pernah memarahi sangadi saat diundang ke rumah dinas.

"Saat itu ada saksi empat orang, saya hanya mempertanyakan soal tamu salah satu yayasan yang menggelar kegiatan di Mamalia," jelas Ramli.

Dikatakan Ramli, sebenarnya sejak akhir tahun lalu, Sarifudin Botutihe sudah pernah mengungkapkan kepadanya berniat mengundurkan diri.

"Tapi saya tidak serta merta langsung menindaklanjutinya," kata Ramli tegas.

Terkait surat pengunduran diri, menurut Ramli itu dibuat sekretaris desa dan sangadi secara sadar menandatangani surat pengunduran diri tersebut.

"Sebenanrya tidak ada yang salah, itu karena keinginan sangadi tanpa ada paksaan ataupun tekanan dari pihak manapun," tutur Ramli.

Namun, warga masih tetap menginginkan Sarifudin Botutihe menjabat sebagai sangadi.

Lontaran bernada ancaman sempat dilontarkan warga, jika memang akan digelar lagi pemilihan, warga tidak mau lagi memilih.

"Kita tidak akan memilih," kata salah satu warga dengan nada tinggi usai pertemuan dengan Wakil Bupati. (Eskolano Kakunsi)



Sponsors

Sponsors