Soputan Mengamuk, Lokon Siaga

Hujan Debu Vulkanik Kembali Landa Mitra


Manado, ME

Prediksi banyak kalangan tentang meredanya aktifitas Gunung Soputan pasca erupsi keenam pada pertengahan Februari lalu, meleset. Sabtu (7/3) Gunung berapi yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ini menunjukkan keperkasaannya. Di Tomohon, maklumat Siaga yang dikumandangkan otoritas, diabaikan sejumlah pendaki gunung Lokon.

Sabtu (7/3), sekira pukul 17.09 Wita, gunung api teraktif di Sulawesi Utara (Sulut), Gunung Soputan, kembali mengamuk. Petugas pos pemantau melaporkan, erupsi gunung Soputan ketujuh ini ditandai dengan bunyi letusan yang disusul keluarnya asap kelabu tebal yang menjulang kira-kira 4.500 meter, sebelum kemudian terbawa angin ke arah tenggara.

"Juga sempat teramati adanya awan panas yang bergerak ke arah barat dengan jarak luncur kurang lebih 2500 meter," jelas Asep Saefuloh, petugas pos pemantau gunung Soputan di Desa Silian Tiga, Kecamatan Silian Raya, Minggu (8/3).

Peningkatan aktifitas vulkanik terus terjadi hingga Senin hari ini. Petugas di pos pemantau mencatat terjadinya tremor berulang-ulang pasca erupsi sore itu. Bahkan di Langowan sejumlaah wilayah Kabupaten Minahasa lainnya, semburan lahar panas kemerah-merahan terlihat jelas. “Proses erupsi masih terus berlangsung. Aktivitas vulkaniknya belum mereda,” ungkap Asep.

Akibat erupsi gunung Soputan kali ini, sejumlah wilayah di daerah Mitra dihujani abu vulkanik. Kecamatan Tombatu Raya yang secara geografis berada paling dekat dengan letak gunung Soputan, termasuk yang paling parah dibanding daerah-daerah lain.

Seringnya letusan yang terjadi membuat warga sedikit was-was. Pasalnya intensitas letusan melebihi dari batas normal. "Biasanya cuma terjadi dalam satu tahun, satu sampai dua kali letusan. Tapi sekarang hanya dalam waktu dua bulan lebih, sudah terjadi sebanyak tujuh kali letusan," kata Maikel Rogahang, warga Tombatu Timur.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mitra, Joppie Mokodaser mengatakan, pos-pos penanggulangan bencana yang didirikan sejak erupsi pertama awal Januari lalu, tetap disiagakan untuk melayani warga yang membutuhkan bantuan.

“Intinya kami tetap meminta warga, khususnya yang bermukim di lokasi yang dekat gunung agar tetap waspada. Karena dilihat dari kondisinya, kemungkinan adanya erupsi susulan masih bisa terjadi,” kata Joppie.

Diketahui, status siaga level 3 untuk gunung Soputan masih terus diberlakukan. Warga dilarang untuk melakukan aktivitas apapun di zona berbahaya yang ditetapkan yaitu di radius 6,5 kilometer dari letak gunung.

Di Kota Tomohon, sejumlah pendaki tak menghiraukan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lokon, dengan menerobos masuk radius bahaya 2,5 kilometer melalui pintu masuk Kelurahan Kakaskasen I, Kecamatan Tomohon Utara.

Sekelompok pendaki berjumlah dua puluhan orang terlihat turun dan menunggu kendaraan pulang sambil duduk di trotoar, sementara sebagiannya lagi turun dari kendaraan tumpangan dan langsung mengarah ke kawasan penambangan batu di kaki Lokon.

Dari lokasi penambangan batu itu, pendaki dapat mengakses kawah Tompaluan sekira 45 menit dan berkemah beberapa ratus meter di lereng gunung.

"Kami memang tidak berkemah di kawah, tetapi di lereng gunung. Ke kawah biasanya di pagi atau sore hari, naik hari Jumat dan turun Minggu pagi atau sore hari," ujar sejumlah pendaki asal Kota Manado, Minggu (8/3).

Sementara itu, sejumlah warga  mengaku tahu dengan status siaga Gunung Lokon dan tertutup untuk pendakian, namun mereka menilai  kondisi gunung tampak biasa-biasa saja seperti tidak ada peningkatan aktivitas.(tim me)



Sponsors

Sponsors