Foto: FA Purnama Jaya.(Foto: Ist)
Pasar Modal di Sulut Lesu
Manado, ME
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan di Sulawesi Utara (Sulut) agar bisa masuk ke dalam pasar modal. Sebab untuk pengembangan infrastruktur dan ekspansi usaha membutuhkan pendanaan yang besar dan bersifat jangka panjang.
Kepala Kantor Perwakilan OJK Sulut, Gorontalo dan Maluku Utara (Malut) FA Purnama Jaya mendorong pasar modal harus lebih berperan secara optimal. "Saat ini perusahaan di Sulut masih sangat minim dalam memanfaatkan pasar modal atau saham sebagai sumber pendanaan," kata Purnama.
Untuk itu OJK telah menyiapkan langkah-langkah untuk mempermudah masuknya perusahaan-perusahaan tersebut ke pasar modal, yaitu melalui penyederhanaan proses penawaran umum dan rasionalisasi kewajiban keterbukaan dengan tetap meningkatkan penerapan good governance pada emiten dan perusahaan publik.
Selain itu, memperluas jenis investasi untuk pembiayaan sektor tertentu. Sebagai contoh, OJK tahun lalu telah meluncurkan efek beragun aset-surat partisipasi (EBA-SP) sebagai alternatif sumber pembiyaan sektor perumahaan.
Peningkatan kualitas profesi, lembaga penunjang, perusahaan efek dan manajer investasi untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dengan mengacu kepada international bes practices.
Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulut Fonny The mengungkapkan masih kurangnya minat masyarakat Sulut investasi di pasar modal, karena berbagai faktor. Untuk itu pihaknya tahun ini akan memaksimalkan sosialisasi. (raimon sumual)



































