DPW PAN Sulut di Ujung Tanduk


Kotamobagu, ME

Kemenangan Zulkifli Hasan dalam Kongres IV Partai Amanat Nasional (PAN) di Bali, menjadi ‘petaka’ bagi Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PAN Sulawesi Utara (Sulut). Kabar perombakan pengurus di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga DPW, kans menjadi kenyataan.

Short Message Service (SMS) dari Ketua Umum terpilih, Zulkifli Hasan, jadi bom waktu. Dalam SMS yang disebarkan salah satu legislator Fraksi PAN di DPRD Kotamobagu, Anugerah Begie Gobel, Rabu (4/3), dengan jelas disebutkan Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PAN Sulawesi Utara (Sulut), melakukan penghinaan terhadap lambang PAN, yakni Amien Rais. Penghinaan diduga telah dilakukan oknum-oknum pengurus PAN Bumi Nyiur Melambai.

Ini bunyi SMS yang disebarkan Anugerah Begie Gobel.

“Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam reformasi. Yth. Saudaraku kader PAN se-Indonesia. Saya Zulkifli Hasan Ketum PAN dengan ini menyampaikan penghargaan yang tertinggi kepada yang memilih atau tdk memilih saya di Kongres IV PAN 2015 di Bali. Sebab, Saudaraku telah memberikan keteladanan tata cara berdemokrasi yg sehat. Kalah menang biasa, namun kebesaran sikap menerima hasil itulah yg luar biasa. Secara khusus, untuk yang memberikan dukungan suara, saya menyatakan terima kasih yg tidak terhingga. Tanpa Saudaraku saya tentu tak menjadi seperti ini. Tentang langkah organisasi, sidang-sidang komisi Kongres sudah memberikan catatan kepada beberapa nama. Catatan itu perlu saya tegaskan bukan karena mereka ada di kubu yg tidak memilih saya. Bukan itu ! Melainkan bagaimana mereka memperlakukan lewat statement yang menyudutkan, mendiskreditkan dan mengina pendiri partai kita, patron kita, imam kita, Saudaraku Prof.Dr. H. M. Amien Rais. Saya tahu persis, mereka yang mendukung saya, selain karena program yg saya jual, pendekatan dan kerja keras Tim sukses, dan juga pengaruh serta nama besar Pak Amien, termasuk di Sulut yg memilih saya, adalah pahlawan partai. Mereka yg tidak memilih saya, juga pejuang partai. Tapi mereka yg menghina Pak Amien adalah penghianat partai dan akan diberikan sanksi, susulan selain beberapa nama yg sudah diusulkan sanksi lewat Kongres. Untuk para ketua DPW, saya instruksikan untuk tidak melakukan langkah organisasi apapun dan statement apapun, biarlah DPP yg akan melakukan langkah organisasi, apalagi DPW melakukan fait accompli, seolah-olah pemihakan DPD-DPD kemarin karena factor selain program kandidat ketum dan/atau melawan DPW dengan mengedepankan kontraproduktif utk kebesaran PAN. Demikian. Wassalam. Zulkifli Hasan,”

Begie menegaskan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN akan segera turun ke semua DPW termasuk Sulut, untuk melakukan evaluasi. Tak hanya itu, kata dia, DPP juga akan melakukan konsolidasi.

“Saat di arena Kongres, tersiar kabar bahwa DPP akan turun ke semua DPW untuk melakukan evaluasi. Untuk konsolidasi, tapi juga untuk diistilahkan saat itu bagaimana identitas dan lambang partai (Amien Rais, red) tetap dijaga,” jelas Begie via SMS.

Sebelumnya, isu PAW terhadap kader PAN khususnya yang duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu, dibantah sejumlah legislator partai produk reformasi ini. Menurut Anggota Komisi I DPRD Kotamobagu dari Fraksi PAN, Alfrets Nelson Paat, mekanisme PAW sudah diatur jelas.

“Selama ini saya menjalankan amanah dan tugas partai. Jadi, untuk wacana PAW, tidaklah mudah, sebab ada aturan yang mengatur. Seperti, meninggal dunia, melakukan tindak pidana dan beberapa poin lainnya,” tegas Alfrets, Rabu (4/3).

Demikian juga dikatakan Anggota DPRD dari Fraksi PAN lainnya, Anugerah Begie Chandra Gobel. Begie menanggapi formal dengan mengutip pernyataan Ketua Umum PAN terpilih, Zulkifli Hasan.

“Pada penutupan Kongres, Bang Zul sudah menegaskan bahwa beliau menghargai prestasi kader. Jadi untuk wacana PAW itu belum ada. Bang Zul merangkul semuanya,” terang Begie.

Namun, ia tak menampik potensi terjadinya perombakan pengurus baik di tingkat DPP hingga DPD. Ia mencontohkan fenomena pergantian kepemimpinan saat pertarungan antara Hatta Rajasa dan Sutrisno Bachir. Dimana, pengurus DPP hanya tersisa sekitar beberapa orang saja dari kubu Sutrisno Bachir, kala memimpin.

“Pergantian itu pasti ada. Hampir di seluruh organisasi melakukan hal itu. Nantinya akan berkala dari DPP hingga ke bawahnya,” tambah Begie.

Terpisah, pengurus DPD PAN Kotamobagu, Arman Adati, membantah jika telah terjadi keretakan di dalam tubuh PAN.

“Kita semua harus menghormati hasil Kongres. Otomatis kita harus mendukung penuh hasil kongres dengan Ketua Umum yang terpilih, Pak Zulkifli Hasan. Tidak ada keretakan di PAN,” demikian Arman via seluler, Senin (2/3). (yadi mokoagow)



Sponsors

Sponsors