Ence Pia Hipnotis Warga Manado

Resmi Jadi Calender of Iven Pariwisata


Manado, ME

Perayaan Hari Suci Goan Siauw (Cap Go Meh) membuat Kota Manado lebih berwarna dan semarak. Ribuan warga Manado, luar kota bahkan turis mancanegara tumpah ruah di pusat kota Manado pada Kamis (5/3) kemarin.

Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang dan Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut secara bersama memukul gong khas umat Tri Dharma sebagai pertanda dimulainya ritual hari suci Goan Siao tahun 2015.

Prosesi diawali dengan tarian Kabasaran Minahasa tumpukan Waraney Wuaya, disusul barisan pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) yang ada di Manado.

Selanjutnya, pertunjukan barisan kendaraan hias 36 panglima langit berkuda, barisan pembawa panji kebesaran, 36 Panglima Kerajaan Langit, barisan pembawa Lian, serta barongsai. Ada juga musik bambu dan kereta hias bernuansa agama.

Walikota GSV Lumentut mengatakan perayaan ini telah masuk dalam Calender of Iven pariwisata Manado. Sehingga, ritual agama umat Tri Dharma tersebut, menjadi salah satu kegiatan yang dipromosikan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) ke seluruh Indonesia dan mancanegara.

“Perayaan Cap Go Meh telah dijadikan sebagai kegiatan tahunan pariwisata Manado. Sehingga, ini menjadi salah satu yang kita promosikan kepada wisatawan baik di Indonesia maupun di luar negeri. Saya berharap, perayaan ini juga dikombinasikan dengan budaya lokal dari Kota Manado,” pungkas Walikota.

Sementara itu Wakil Walikota Manado Dr Harley Mangindaan bersama isteri Seyla Sychilia Mangindaan-Kudati turut larut dalam keceriaan bersama ribuan warga yang tumpah ruah di kawasan Pecinan-nya Manado itu.

“Pariwisata mendongkrak roda perekonomian, hunian hotel hingga tidak kalah penting adalah kebersamaan torang warga kota Manado,” kata bang Ai sapaan akrab Wakil Walikota.

Menariknya, Wawali sendiri mendapat bendera dari salah satu rombongan Cap Go Meh. Saat dijamu salah satu warga Pecinan, tiba-tiba salah satu Thang Sin masuk di rumah dimana Wawali dan Istri sedang berada.

"Ini pertanda baik, karena tidak semua rumah warga Pecinan mendapat kunjungan langsung Thang Sin," ungkap warga Pecinan Manado saat itu.

Prosesi yang sering disebut Ence Pia oleh sebagian warga ini dimulai pukul 14.30 Wita. Masing-masing klenteng mengutus Thang Sin yang dipercaya sebagai utusan Tuhan.

Sebanyak 13 Thang Sin diturunkan pada Cap Go Meh dan ditambah 14 Kio. Panitia pun menyiapkan rutenya.
Prosesi dipusatkan di Klenteng Ban Hing Kiong. Namun, diikuti delapan klenteng di seluruh Manado.

Satu Thang Sin dari Klenteng Ban Hing Kiong, dua Thang Sin dari Klenteng Tiong Tau Lie Goan Swee Lion, Klenteng Kwan Seng Ta Tie (Kwan Kong) satu Thang Sin, Altar Agung (Thian Tan Kong) dua Thang Sin, Hian Thian Siang Te satu Thang Sin, Hok Tek Cin Sin tiga Thang Sin, Lo Cia Miao satu Thang Sin, dan Istana Agung Tua dua Thang Sin.

‪Perayaan hari suci Goan Siao atau Cap Go Meh yang dilaksanakan umat Tri Dharma Manado berlangsung meriah serta menyedot ribuan warga dan wisatawan, yang mulai memadati kawasan pusat Kota dan sekitar Klenteng Ban Hing Kiong, sejak pagi hari.

Tampak hadir juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut Wenny Lumentut, Ketua DPRD Kota Manado Nortje Henny Van Bone, para pimpinan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Sulut dan Manado, serta para tokoh agama yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).(sonny dinar)



Sponsors

Sponsors