Foto: Ilustrasi Erosi Sungai.
Erosi Ancam Kikis Pemukiman Warga Poigar
Sinonsayang, ME
Sekira 30 kepala keluarga yang mendiami desa Poigar Satu, Kecamatan Sinonsayang, patut waspada. Pasalnya, pemukiman yang mereka tempati dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik, terancam amblas akibat erosi sungai Tanamon. Dari kewaspadaan dan rasa kuatir yang selalu menghantui, mereka meminta pemerintah untuk membangun bronjong. Sayangnya, harapan mereka pupus lantaran hingga saat ini tak ada respon positif dari pemerintah.
"Pengikisan tanah lewat arus sungai kian mendekati pemukiman warga yang letaknya hanya beberapa meter dari pinggiran sungai. Itu yang kami takutkan jika bronjong belum dibangun, cepat atau lambat arus sungai akan terus mengikis tanah dipinggiran sungai dan pasti akan mendekati pemukiman kami," ujar Maxi Tulas.
Hal senada disampaikan Nevy Ferdinand warga lainnya. Menurut Nevy, salah satu bentuk antisipasi terkini dengan cara membangun bronjong. "Dengan membangun bronjong akan mengobati rasa kuatir kami," kata Nevy.
Hukumtua desa Poigar Satu Alex Tumundo mengatakan bahwa hal tersebut selalu dikeluhkan warga. Mereka selalu meminta agar secepatnya disampaikan ke pemerintah kabupaten. "Saya sendiri akan mengajukan proposal sebagaimana harapan masyarakat. Proposal dalam waktu dekat akan diberikan ke instansi terkait. Mudah-mudahan saja bisa direspon karena pembangunan bronjong sangat dibutuhkan untuk keamanan masyarakat," kata Tumundo.
Menangapi harapan masyarakat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minsel Ir Jootje Tuerah MSi ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk APBD 2015 sudah tertata pada pembangunan yang lain yang tergolong prioritas akan ditindaklanjuti. "Masyarakat dan pemerintah Desa Poigar harus menyampaikan hal tersebut pada musrenbang Kecamatan agar bisa menjadi prioritas pemerintah kabupaten melalui APBD Perubahan nanti. Bronjong memang perlu dibangun khusus untuk mengantisipasi hal-hal buruk bagi masyarakat," terang Tuerah.
"Pihak kami akan mengupayakannya tetapi harus melewati beberapa kajian dengan menyesuaikan anggaran serta skala prioritasnya," tandasnya. (revel maliangkay)



































