Foto: Anugerah Begie Gobel. (Foto: Ist)
PAW Sasar Legislator PAN se-Sulut
Kotamobagu, ME
Konstelasi politik Partai Amanat Nasional (PAN), memanas. Goncangan di tubuh partai yang lahir di era reformasi, menyeruak pasca Zulkifli Hasan menjadi jawara Kongres IV PAN di Bali, belum lama. Wacana reshuffle pengurus hingga Pergantian Antar Waktu (PAW), menyembul liar.
Bukan hanya di epicentrum ibu kota, kabar miring terkait PAW bergulir hingga kalangan politisi PAN dan pemerhati politik Bumi Nyiur Melambai hingga Tanah Bogani. Teranyar, dampak kemenangan Zulkifli Hasan sebagai ketua umum, mengiringi isu perombakan pengurus di tingkat Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Sulawesi Utara (Sulut) hingga sejumlah Dewan Perwakilan Daerah (DPD), termasuk DPD Kotamobagu.
Kabar ini langsung dibantah sejumlah kader PAN yang duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu. Adalah legislator Komisi I DPRD Kotamobagu dari Fraksi PAN, Alfrets Nelson Paat. Ia menegaskan, mekanisme PAW bukan hal yang gampang. Sebab, harus melewati sejumlah proses, tahapan yang sesuai dengan mekanisme aturan.
“Selama ini saya menjalankan amanah dan tugas partai. Jadi, untuk wacana PAW tidaklah mudah. Karena, ada meknisme yang mengatur legislator bisa diganti (PAW), seperti meninggal dunia, melakukan tindak pidana dan beberapa poin lainnya,” tangkis Alfrets.
Hal berbeda disampaikan anggota DPRD dari Fraksi PAN lainnya, Anugerah Begie Chandra Gobel. Begie hanya menanggapi formal dengan mengutip pernyataan Ketua Umum PAN terpilih, Zulkifli Hasan.
“Pada penutupan Kongres, Bang Zul sudah menegaskan bahwa beliau menghargai prestasi kader. Jadi, untuk wacana PAW itu belum ada. Bang Zul merangkul semuanya,” terang Begie.
Tetapi, kata dia, untuk perombakan pengurus baik di tingkat DPP hingga DPD kans terjadi. Ia mencontohkan, fenomena pergantian kepemimpinan saat pertarungan antara Hatta Rajasa, dan Sutrisno Bachir. Dimana, pengurus DPP hanya tersisa sekitar beberapa orang saja dari kubu Sutrisno Bachir, kala memimpin.
“Pergantian itu pasti ada. Hampir di seluruh organisasi melakukan hal itu. Nantinya akan berkala dari DPP hingga ke bawahnya,” urai Begie.
Sebelumnya, pengurus DPD PAN Kotamobagu, Arman Adati, juga membantah jika telah terjadi keretakan di dalam tubuh PAN.
“Kita semua harus menghormati hasil Kongres. Otomatis kita harus mendukung penuh hasil Kongres dengan ketua umum yang terpilih, Pak Zulkifli Hasan. Tidak ada keretakan,” demikian Arman melalui telepon selulernya, Senin (2/3).(yadi mokoagow)



































