Hari Ini, Pemda Boltim Bahas Tapal Batas dengan Ditjen Pemum


Tutuyan, ME

Persoalan tapal batas antara Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), yang sempat menjadi sorotan  sejumlah elemen masyarakat khususnya yang tempat tinggalnya tepat berada di wilayah perbatasan, Boltim dengan Bolmong Raya (BMR), serta Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, akhirnya mendapat tanggapan serius dari Pemkab Boltim. Melalui Bagian Tata Pemerintahan Setda Boltim menegaskan bahwa, pada Kamis (5/3) hari ini, akan menghadiri pertemuan dengan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemerintahan Umum (Pemum) untuk membahas persoalan tersebut.

“Undangan bertujuan untuk membahas percepatan penyelesaian sekaligus penegasan batas daerah antar Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut),” jelas Kepala Tapem Boltim, Nizar Kadengkang, melalui Kasubag Pembinaan Kewilayaan Tapem, Fitra Damopolii.

Pertemuan yang juga sebagai rapat koordinasi dan finalisasi itu juga telah membahas beberapa segmen yang masih sering terjadi perselisihan atau permasaalahan di wilayah perbatasan.

"Ya betul, pertemuan nanti merupakan undangan. Dan Pemda Boltim nanti akan diwakili oleh Pak Asisten 1, Amin Musa, Kabag Tapem, Camat Nuangan dan Modayag,” ungkap Fitrah.

Dipaparkannya, Provinsi Sulut memiliki 18 segmen batas daerah, dan 10 di antarannya telah diselesaikan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang batas daerah, termasuk Kabupaten Boltim.

"Perbatasan daerah antara Boltim dan Minsel masih terjadi perselisihan, yaitu Danau Mooat. Yang mana, Minsel mengkalim memiliki 1/4 dari Danau Mooat tersebut, sehingga harus diselesaikan. Sedangkan untuk batas daerah Boltim dan Mitra, sementara dalam tahap finalisasi," jelas Fitrah.

Menurutnya, untuk tapal batas antara Kabupaten Boltim dan Bolsel memang sudah tidak ada masalah, sehingga untuk pemberitaan adanya penyerobotan dan perusakan sejumlah pilar Batas Umum (PBU) dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dinilainnya itu hanya merupakan isu dan tidak akan berpengaruhi.

“Gejolak yang sempat terjadi di Desa Matabulu, Kecamatan Nuangan, yang berbatasan dengan Kabupaten Bolsel, itu tidak masalah. Sebab, tapal batas antara kedua daerah sudah selesai dibahas dan sudah ada petanya, serta terbitan Permendagri-nya. Tinggal dijemput Pemda Boltim dalam rapat koordinasi hari ini,” paparnya.(ismail batalipu)



Sponsors

Sponsors