Foto: Kristovorus Deky Palinggi.(Ist)
Warning KPU, KDP Singgung Intervensi di Pilkada
Manado, ME
Permainan ‘invisible hand’ (tangan tak terlihat) jadi teror bagi penyelenggaraan sebuah pesta demokrasi. Karena itu, intervensi pihak-pihak tertentu bagi penyelenggara pemilihan kepala daerah (Pilkada) jadi sorotan tajam berbagai elemen masyarakat.
Persoalan itu jadi catatan kritis anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara, Kristovorus Decky Palinggi (KDP), yang dilayangkan ke komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulut, saat rapat Komisi I DPRD Sulut dengan penyelenggara pemilu tersebut, Selasa (3/3). “Sekretaris KPU Sulut mungkin jadi Sekretaris KPU paling lama di Indonesia,” celetuk KDP.
“Cuma satu yang saya minta, mudah-mudahan Pilkada Gubernur, Bupati, Walikota yang akan digelar Desember nanti berjalan objektif. Saya yakin profesionalisme komisioner KPU sekarang,” ujarnya di hadapan Yessy Momongan cs dan Sekretaris KPU Provinsi Sulut, Yona Oroh.
Warning keras pun dilontarkan KDP. Ia bahkan berjanji, akan ‘menyerang’ KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota jika mengetahui ada pihak-pihak tertentu yang mengintervensi KPU dalam Pilkada nanti. “Saya akan mengkritisi kalau ada intervensi-intervensi dari pihak tertentu terhadap KPU dalam penyelenggaraan Pilkada nanti. Tapi saya yakin akan bagus, salah satunya juga karena nanti akan ada Plt Gubernur yang baru,” kunci Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulut ini.
‘Nyanyian’ KDP itu direspon positif Ketua KPU Provinsi Sulut, Yessy Momongan. “Semua nasehat itu kita terima dan karena itu mohon juga kawal penyelenggara pemilu tetap berintegritas. Teman-teman media harus kawal. Informasikan ke KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota, badan adhock yang coba bertindak di luar aturan yang berlaku,” tandas Momongan.
Sementara, Sekretaris KPU Yona Oroh, ikut menanggapi pernyataan KDP tersebut. “Mungkin pemikiran pak Decky karena saya sudah lama, saya sudah lebih mantap, lebih profesional. Supaya sukses Pemilu 2010 bisa diulang,” kata Oroh, diiringi tawa.
Hadir dalam rapat itu, anggota Komisi I DPRD Sulut yang dikomandoi Ketua Komisi, Ferdinand Mewengkan dan seluruh komisioner KPU Provinsi Sulut. (rikson karundeng)



































