Kaderisasi Partai Golkar Bolsel Mandek
Jelang Pilkada Bolsel
Bolaang Uki, ME
Berbeda dengan PDI-P yang terus melakukan konsolidasi partai hingga ke ranting-ranting. Partai Golkar justru sebaliknya, miskin kegiatan dan pola kaderisasi partai tidak jalan, ditambah roda organisasi kepengurusan DPD II Bolsel jalan ditempat. Maka tak heran, jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Desember 2015 partai pimpinan, Abdul Razak Bunsal ini, belum punya sikap secara organisasi.
Menurut pengamat politik, Zainal Van Gobel seharusnya sebagai partai besar, konsolidasi kepengurusan sampai di desa-desa sudah harus dilakukan termasuk internal DPD II. “Kalau mau serius bertarung dalam Pilkada nanti harus bergerak dari jauh hari, kecuali jika memang mau jadi penonton, tidak jadi soal,” jelas Zainal.
Kelemahan lainnya, kepengurusan DPD II, kelihatan roda organisasi tidak jalan, plt sekretarisnya, Eus Daud yang bisa diharapkan justru memilih berkarir sebagai PNS. “Tak ada kader lain, jika ingin punya andil di Pilkada, segera benahi,” tutur Zainal.
Disisi lain, seharusnya kondisi ini menjadi perhatian pengurus DPD I mengevaluasi kepengurusan DPD II. Namun, Zainal memaklumi karena internal partai menghadapi dualisme kepemimpinan. Ketua DPD II Golkar, Abdul Razal Bunsal saat dihubungi menyatakan dirinya siap maju memperebutkan kursi top eksekutif di Bolsel itu, jika diijinkan partai. “Saya pribadi siap saja jika diberikan mandat oleh partai harus ikut maju dalam Pilkada,” Jelas Bunsal.
Sebagai kader partai, harus siap tunduk pada keptusan DPP. “Sekarang kita tetap menunggu,” tandasnya.
Kemungkinan akan berkoalisi Dengan partai lain menurut Bunsal, juga harus menunggu petunjuk pengurus pusat. “Intinya Cabup maupun Cawabup yang dicari itu hanya kekompakan dan saling pengertian saja, politik itukan sifatnya Dinamis,” singkat Bunsal.(stanly kakunsi)



































