Polemik TPA di Tagulandang Kian Memanas


Tagulandang, ME

Polemik Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang dilakukan oleh pemerintah setempat di Kelurahan Balehumara Lingkungan III Kecamatan Tagulandang Induk nampaknya kian memanas saja. Informasi terakhir, terkait polemik TPA, salah satu warga Tagulandang berinisial DT, diduga telah memecahkan kaca spion truk pengangkut sampah lantaran kesal. Sebab menurut DT, dirinya telah berulang kali menegur petugas untuk tidak membuang sampah di pemukiman warga. Mendengar informasi tersebut, wartawan langsung menghubungi Sekretaris Kecamatan, Jacson Baginda untuk dimintai keterangannya terkait polemik yang terjadi di Tagulandang.

Warga menilai statement yang diberikan Sekcam Tagulandang dinilai tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Sebab, masyarakat setempat mengaku tidak pernah melakukan kesepakan terkait TPA sementara.

"Saya membantah keras jika ada persetujuan dari masyarakat bahwa disini akan dijadikan tempat pembuangan sampah sementara," tegas Dirut RSUD Tagulandang, Dr Vany Tamansa kepada wartawan.

Tamansa menjelaskan, memang sebelumnya telah dilakukan rapat musrembang tingkat kelurahan, namun musyawarah itu hanya dihadiri satu orang saja yang berada di kawasan TPA.

"Memang pernah disentil di rapat musrembang kelurahan, dan yang hadir hanya satu orang yang berdomisili di lokasi itu," jelasnya.

Mirisnya lagi, Lanjut Tamansa, Lurah Balehumara, Yoppy Topan Makasenda, kala itu langsung mengelurkan statemen bahwa dirinya menyetujui wilayah Balehumara Lingkungan III akan dijadikan tempat pembuangan sampah tanpa harus mendengar terlebih dahulu keluhan masyarakat.

"Seharusnya Lurah harus mendengar persetujuan masyarakat setempat, jangan langsung mengatakan, sedangkan depe sudara tinggal dekat kilo lima nda dapa sakit, secara tidak langsung lurah sudah mengiyakan lokasi pembuangan sampah tersebut," lanjut Tamansa sembari mengutip pembicaraan Makasenda.

Dengan begitu, menurut Tamansa, masyarakat setempat sudah tidak berani meralat perkataan lurah, karena hal itu telah disetujui oleh orang nomor satu di Kelurahan Balehumara.

"Masyarakat so nda bisa bantah, mo bilang apa le lurah so bicara begitu," aku Tamansa.

Menariknya, Tamansa mengungkapkan, lokasi pembuangan sampah yang sejatinya telah mendapat komplain dari sejumlah warga, pemerintah setempat malah memberikan respon yang baik.

"Ada apa ini sebenarnya, Padahal kami sudah mengkonfirmasi pada pihak kecamatan sebanyak tiga kali," tanya Tamansa dengan nada kesal.

Tak hanya itu, Tamansa juga menyayangkan, lantaran namanya telah disangkutpautkan dalam permasalahan ini, padahal yang membuat masalah adalah suaminya.

"Suami saya ini warga, tapi mengapa, mereka (pemerintah setempat, red) mengatasnamankan Dirut RSUD, Kalau memang tidak suka sama saya silahkan, siapa yang mau menggantikan saya," ujar Tamansa kecewa.(haman palandung)



Sponsors

Sponsors