Prahara Ancam PAN KK


Kotamobagu, ME

Kapal Partai Amanat Nasional (PAN) Kotamobagu (KK) oleng. Hasil kongres IV di Bali yang menahbiskan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum jadi pemantik badai. Pimpinan teras partai berlambang matahari tersebut disinyalir terbelah karena mendukung calon berbeda, antara petahana Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan.

Dalam forum tertinggi partai yang didirikan Amien Rais itu, ketua lembaga tertinggi negara, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR),  Zulkifli Hasan meraup 292 suara. Sementara, saingan berat mantan aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut yakni, Hatta Rajasa hanya meraih 286 suara. Selisih 6 suara.

Hasil kongres PAN inipun menjadi buah bibir di tengah masyarakat KK. Pasalnya, Kotamobagu merupakan lumbung suara PAN di sejumlah pentas politik. Mulai dari Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres) hingga Pilwako pada 2013 silam.

Isu berhembus bahwa di dalam tubuh DPD PAN Kotamobagu mengalami prahara dan keretakan pasca suksesi. Dimana, DPD PAN Kotamobagu berbelok arah memilih Zulkifli Hasan, padahal sempat mendeklarasikan berada di kubu besan mantan presiden SBY beberapa waktu lalu.

“Hasil kongres akan berdampak pada struktur baik di wilayah maupun di daerah. Khusus DPD PAN Kotamobagu juga akan mengalami hal yang sama. Soalnya, dalam kongres tersiar kabar bahwa pengurus DPD PAN Kotamobagu lari dari komitmen deklarasi Hatta Rajasa beberapa waktu lalu,” ujar aktifis STIE Widya Dharma Kotamobagu, Aly Majaan.

Selisih suara yang sangat tipis antara kedua calon membuat gerah kubu mantan calon wakil presiden tandem Prabowo Subianto.

Isu tersebut ditepis langsung pengurus DPD PAN Kotamobagu, Arman Adati. Menurut legislator di komisi II DPRD Kotamobagu ini, tidak ada keretakan di dalam tubuh PAN.

“Kita semua harus menghormati hasil kongres. Otomatis kita harus mendukung penuh ketua umum yang terpilih, pak Zulkifli Hasan. Tidak ada keretakan,” singkat Arman via seluler.(yadi mokoagow)



Sponsors

Sponsors