Foto: Hanny Joost Pajouw. (Foto: Ist)
HJP: Jangan Cederai ‘Kota Yang Diberkati’
Manado, ME
Tawuran antar warga yang terjadi akhir-akhir ini di Kota Manado, dikritisi legislator Sulawesi Utara, Hanny Joost Pajouw. Menurutnya, para remaja yang terlibat dalam aksi-aksi tak terpuji itu, sesungguhnya butuh perhatian lebih dari berbagai pihak dalam rangka penguatan mental dan spiritual.
“Perkelahian antar kampung yang terjadi di Manado sangat kami sayangkan. Apalagi rata-rata yang terlibat masih pelajar, remaja yang sebenarnya butuh satu kekuatan pembentukan karakter, iman,” nilai HJP.
Para remaja tersebut sebenarnya bisa diarahkan untuk melakukan tindakan yang positif. “Kalau ingin uji fisik, lakukan dengan hal-hal yang positif. Jangan dengan tawuran,” kata anggota DPRD Sulut daerah pemilihan Kota Manado ini.
HJP berpendapat, tawuran antar warga ini bisa memberi dampak negatif terhadap agenda-agenda nasional bahkan internasional yang akan dihelat di Kota Manado.
“Di Tahun ini kita akan menghadapi Asean Community dan agenda Masyarakat Ekonomi Asean. Ini pertarungan antar negara, makanya kita harus menghentikan tawuran yang melanda Kota Manado,” tandasnya.
Politikus Partai Golkar ini juga berpendapat, saatnya Manado berbenah. Peran pemerintah harus kuat dalam menjaga kota ini mulai dari tingkat lingkungan.
“Harus menjaga kebersamaan, soladiritas, jangan mengangap ini perbedaan. Walalupun kita berbeda, kita tidak bermusuhan,” pintanya
Kota Manado terkenal paling aman di Indonesia. Untuk menjaga predikat kota yang aman, masyarakat harus saling menghormati sesama dan menghargai.
“Kalaupun ada hal-hal yang menjadi kebutuhan di masyarakat, pemerintah harus dengan cepat merespon dan fokus bukan hanya turun ke sana kemari dan tidak mampu merespon yang menjadi kebutuhan masyarakat,” sindirnya.
Peran tokoh-tokoh agama yang ada di Manado diharapkan dapat membangun kebersamaan dengan simbol pemersatu.
Komisi 4 DPRD Sulut dalam waktu dekat ini akan turun ke sekolah-sekolah yang ada di Manado untuk melihat dan menjawab yang menjadi permasalahan bagi para pelajar dan remaja.
“Kiranya dengan kehadiran kami, bisa memberikan solusi. Manado merupan kota pariwista. Marilah kita jaga, bangun bersama-sama agar tetap aman agar para insvestor bisa masuk ke Manado sehingga dapat membuka lapangan kerja yang banyak untuk masyarakat,” kuncinya. (joyke watania)



































