Foto: Ilustrasi Tarkam.
Tarkam Menjalar ke Pusat Kota Manado
Penindakan TNI dan Polisi Diabaikan Warga
Manado, ME
Kenyamanan di Kota Manado kembali terusik. Untuk kesekian kalinya Tawuran Antar Kampung (Tarkam) meneror warga ibukota provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini. Sialnya, polisi justru menembak warga yang tidak terlibat tarkam.
Kali ini gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) berpindah, jika sebelumnya di bagian utara, menjalar ke pusat kota, yang dikenal sebagai pusat ekonomi dan bisnis.
Tarkam terjadi dan melibatkan sejumlah kelompok warga Titiwungen Selatan lingkungan III Kapal Sandar, dan Kuhun. Rabu (25/2) sekitar pukul 01.30 WITA. Meski sempat berhenti, namun terjadi lagi pukul 05.30 WITA. Mirisnya lagi insiden ini terjadi dikala warga mulai menjalani aktivitas pagi.
Penegak hukum juga dianggap terburu-buru dalam penindakan. Kurang cermat, salah satu warga terkena timah panas polisi meski tidak terlibat langsung dalam aksi bentrok.
Wilhemus Charles Sasela (40-an), warga Titiwungen Utara lingkungan V yang justru tidak terlibat dalam tawuran mendapat timah panas dari salah seorang oknum polisi.
Seorang warga yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, waktu itu sudah tidak terjadi apa-apa dan oknum polisi dari Hotel Arison tiba-tiba menembak. "Tidak ada penyerangan terus dorang tembak," tutur wanita tersebut.
Dandim Dino Martino, Kapolresta Manado Kombes Pol Sunarto, Camat Wenang Donald Sambuaga, Camat Sario Tresje Mokalu. Tokoh masyarakat, lurah, kepala lingkungan langsung melakukan pertemuan dan membahas tarkam di tempat korban kena tembakan.
Kejadian inipun mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. "Warga Manado harus tetap menjaga perdamaian, jangan sampai menjadi korban provokasi pihak-pihak tidak bertanggungjawab kemudian ribut dan bertikai," kata Wakil Walikota Manado, Dr Harley Mangindaan, saat ikut mendamaikan warga Sario dan Wenang. (sonny dinar)



































