Investor AS Tertarik Pala Sitaro


Siau, ME

Rempah asal Indonesia memang tidak pernah diragukan kualitasnya di mata internasional. Baru-baru ini, Amerika Serikat (AS) mengatakan akan membeli biji pala asal Sulawesi Utara (Sulut) dalam waktu dekat ini.

"Amerika mulai meminati biji pala asal Sulut terutama dari Kabupaten Sitaro karena memiliki ciri khas dan kualitas yang berbeda dari daerah lain," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) T Hasudungan Siregar, saat bertandang ke Siau.

Hasudungan mengatakan, biji pala asal Kabupaten Kepulauan Sitaro cukup terkenal di pasar internasional dan kali ini, Amerika akan membeli sebanyak 15 ton dengan sumbangan devisa sebesar USD153.700.

Biji pala asal Sulut hanya tumbuh dan diproduksi oleh petani asal Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan tidak cocok untuk ditanam di daerah lain, karena struktur tanah di Sitaro sangat bagus untuk komoditas tersebut.

Biji pala Sulut memang diminati Amerika Serikat karena sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat, antara lain untuk rempah-rempah karena rasanya sangat khas.

Hal tersebut, katanya, harus bisa dimanfaatkan para petani untuk meningkatkan produksinya dan menghasilkan tanaman pala berkualitas baik agar makin disukai di seluruh dunia.

Pala daerah ini bukan hanya diminati negara-negara di Asia, juga di Uni Eropa seperti Belanda, bahkan sampai ke Afrika dan Amerika. "Hal tersebut ditandai dengan makin banyaknya permintaan ekspor pala dan bunganya ke berbagai negara di dunia, ini menunjukkan mutu komditas pala daerah ini cukup baik," katanya.

Ia mengatakan pala Sulut yang banyak diekspor ke Eropa, Amerika, dan Afrika tersebut, berasal dari Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud.(haman palandung)



Sponsors

Sponsors