600 Hektar Sawah Jadi Lahan Tidur, Pemerintah Cuek


Amurang, ME

Persoalan pelik kini sedang dialami ratusan petani sawah di Desa Sulu dan Desa Paslaten Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Sudah hampir tiga tahun sawah di dua desa ini tidak dialiri air. Sawah yang seharusnya menjadi mata pencarian mereka kini berubah menjadi lahan tidur.

Setidaknya ada 600 hektar sawah di dua desa ini tidak bisa ditanami padi. Tidak adanya pasokan air menjadi penyebab. Irigasi Sulpas (Sulu-Paslaten) yang selama ini menjadi harapan para petani sudah tidak mengaliri sawah mereka. Hal ini disebabkan jebolnya tanggul akibat dihantam banjir bandang.

Bantuan dari pemerintah tak kunjung datang. Meski telah disampaikan berulang kali, pemerintah terkesan cuek. Apa yang disampaikan tidak pernah ditindak lanjuti. Keluhan yang menjadi harapan mereka menjadi buyar.

Pantauan manadoexpress.co, Senin (23/2) Ratusan hektar sawah memang telah mengalami kekeringan dan ditumbuhi rumput liar. Saluran irigasi yang mengalirkan air ke sawah mereka hingga kini belum dialiri air. Dengan kondisi seperti ini sawah dijadikan tempat untuk mengikat ternak sapi.

"Bayangkan so tiga taon torang jadi bagini. Mo tanam apa leh kasiang kalo so nda ada aer. Lebe bagus ika akang sapi," ujar petani asal Desa Sulu, Agus Laoh.

Dia mengaku tidak lagi mengolah lahan sawah. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dia terpaksa harus mencari nafkah dengan bekerja sebagai buruh.

"Dampak yang ditimbulkan memang sangat terasa. Torang petani disini sebagian besar berharap dari hasil kobong pece. Banya pentani so kase biar itu kobong lantaran so nda aer," jelasnya.

Yorri Langi, warga desa yang sama juga kecewa dengan pemerintah yang tidak memperhatikan kondisi yang terjadi terhadap mereka. Dia mengungkapkan, hingga kini tanggul yang jebol belum diperbaiki.

"Sejak ada bekeng taon 1982, Irigasi ini jadi andalan warga  untuk suplai aer. Mar sekarang so nda ada aer sama sekali," tukas Langi.

Meski kecewa, namun dia masih berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki tanggul tersebut agar irigasi kembali dialiri air.

"Torang so pernah pernah kerja bakti bekeng tanggul secara swadaya. Mar tanggul yang torang ada bekeng nda bertahan lama. Lebe bagus pemerintah bekeng tanggul permanen supaya so nda mo rusak," harapnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors