Harga Beras Tembus Rp12 Ribu


Bolmong, ME

Warga masyarakat di wilayah Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mulai mengeluh dengan tingginya harga jual beras di pasaran, yang menembus angka Rp.12 ribu per kilogram.

“Kalau sekarung harganya Rp 720 ribu. Sangat mahal,” kata Rolli Manoppo, warga Desa Kinomaligan Kecamatan Dumoga Tengah.

Dirinya berharap pemerintah dapat mencari tahu penyebab tingginya harga jual beras saat ini. “Harapan kami pemerintah dapat mencari tahu penyebab kenaikan harga beras,” tambahnya.

Menurut Rolli, biasanya dampak kenaikan harga barang dipengaruhi oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). “Kalau harga bahan bakar naik, harga barang lainya juga ikut naik, tapi sekarang harga BBM sudah turun, kok harga beras melambung tinggi,” tambahnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bolmong, George D Tanor, saat dihubungi mengaku, pihaknya terus melakukan pemantauan di pasar. “Ada staf saya yang lakukan pemantauan dilapangan. Kalau di wilayah Inobonto berkisar pada harga Rp.9 ribu hingga Rp.11ribu. Mungkin yang harga Rp.12ribu perkilo itu dari warung ke warung,” ujarnya.

Selain itu lanjut Tanor, ada beberapa faktor yang jadi pemicu kenaikan harga. Salah satunya, pasokan beras dari luar daerah yang lambat. “Proses padi menjadi beras itu yang sedikit lambat karena faktor cuaca. Selain itu beras hasil panen ada yang tidak bagus. Ini bukan gagal panen. Ada kemungkinan beras kualitas bagus ini yang harganya mahal,” bebernya. (endar yahya)



Sponsors

Sponsors