Irigasi Sulpas Rusak, Petani Mengeluh


Tatapaan, ME

Irigasi Sulpas (Sulu-Paslaten) di Kecamatan Tatapaan sudah tidak dialiri air. Tidak berfungsinya irigasi ini disebabkan jebolnya tanggul yang dihantam banjir bandang beberapa waktu lalu. Para petani mengeluh. Pasalnya sejak jebol hingga saat ini belum juga diperbaiki.

"Pasokan air berkurang malahan saat ini air sudah tidak mengalir lagi," ujar Yorri Langi, petani asal Desa Sulu Kecamatan Tatapaan saat memberi keterangan kepada manadoexpress.co, Rabu (18/2).

Dia mengaku sudah tiga tahun irigasi tersebut mengalami kerusakan. Berbagai upaya telah mereka lakukan agar irigasi bisa berfungsi lagi.

"Sebenarnya kami petani di dua desa Sulu dan Paslaten sudah melakukan perbaikan tanggul secara swadaya namun itu tidak bertahan lama, saat datang banjir, tanggul tersebut rusak lagi," akunya.

Jul Lengkong, warga desa yang sama juga mengungkapkan, sejak tanggul jebol pemerintah lewat instansi terkait seolah tutup mata. Berulang kali hal ini sudah mereka sampaikan, namun apa yang mereka sampaikan belum ditindak lanjuti.

"Petani disini sudah menderita. Irigasi ini sudah menjadi denyut perekonomian lebih khusus lahan persawahan. Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah," ungkapnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors