PDIP Siap, Demokrat Tunggu Survei, Golkar Lihat Peluang

Jika Pilkada Jadi Satu Putaran


Bolaang Uki, ME

Gonjang ganjing aturan pemilihan kepala daerah yang belum pasti jadwal tahapan hingga aturan mainnya. Menyeruak ke permukaan usulan Pilkada satu putaran dan tetap satu paket, pasangan bupati dan wakil bupati, ditanggapi beragam politisi lokal Bolaang Mongondow Selatan.

Partai Moncong Putih, sejak awal melalui Ketua DPC, Hi Herson Mayulu menyatakan partainyanya siap dengan aturan baru, apakah nanti akan tetap satu paket dan satu putaran. Dimata Papa Ven, yang juga menjabat bupati ini tidak ada masalah, sejak awal partainya sudah siap menghadapi agenda lima tahunan pemilihan kepala daerah.

"Tidak ada masalah kalaupun tetap berpasangan lebih bagus karena sejak awal kita sudah mensosialisasikannnya ke masyarakat," terang Papa Ven.

Intinya, apapun aturan yang akan ditetapkan DPRD, partainya sudah siap termasuk jadwal pelaksaan Pilkada yang akan direncanakan serentak.

Menurut politisi low profile ini, apakah akan digelar tahun ini atau tahun depan juga tak jadi soal. "Intinya kita sudah siap menghadapi Pilkada," kata Papa Ven tegas.

Berbeda dengan Partai Golkar, menurut Ketua DPD II, Abdul Razak Bunsal partainya ada pada posisi yang mengutungkan, tinggal menunggu peluang. "Kalau perintah partai harus berkoalisi atau mengusung calon sendiri sebagai kader harus siap," jelas Papa Nindy sapaan akrabnya.

Sampai sekarang partai berlambang pohon beringin, masih menyelesaikan persoalan internal dulu. "Ada waktunya kita akan bicara Pilkada," ungkap Bunsal sambil tersenyum.

Partai Demokrat lain juga, menurut keterangan Sekretaris DPC, Jamaludin Razak, dalam setiap momen Pilkada, harus melalui mekanisme survey, siapa yang unggul tentu berpeluang untuk dicalonkan. "Kita masih menunggu aturan resminya karena sementara berproses di DPR," jelas Aco sapaan akrabnya santai.

Nada sesumbar dilontarkan Ketua DPC Demokrat, Ahmad Yani Suratinoyo, dirinya sudah sangat siap bertarung merebut DB 1 P. "Saya sudah siap bertarung menghadapi Pilkada nanti," tegas AYS.

Seperti deketahui, kekuatan masing-masing partai di DPRD, PDI-P menguasai mayoritas kursi dengan perolehan 8 kursi dari total 20 kursi, Golkar sendiri merosot dibandingkan lima tahun lalu, kini hanya tersisah 3 kursi dari 7 kursi periode lalu. Demokrat justru mengalami kenaikan peroleh kursinya, dari hanya 1 kursi lima tahun lalu, kini mampu menempatkan kadernya sebagai salah satu pimpinan DPRD dengan 3 kurusi bersama-sama Golkar dan PDI-P di pucuk pimpinan DPRD.(stanly kakunsi)



Sponsors

Sponsors