Foto: Suasana proses fit and proper test yang digelar DPP PDIP untuk para calon Ketua DPC.
Ketua DPC PDIP se-Sulut Kans Wajah Baru
Beberapa Top Eksekutif ‘Buru’ Kursi Banteng 1
Manado, ME
Proses seleksi calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di 15 Kabupate/Kota se-Sulawesi Utara, mulai bergulir. Sejumlah kader tebaik Moncong Putih mulai bersaing untuk memperebutkan kursi tersebut.
Senin (16/2), Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP menggelar fit and proper test. Masing-masing DPC mengutus 5 kader hasil seleksi untuk mengikuti tes tertulis, psikotes dan wawancara, di lantai 2 Hotel Gran Puri Manado.
Pantauan di lokasi tes, sejumlah kader PDIP yang juga kepala daerah dan wakil kepala daerah di Kabupaten/Kota, tampak antusias mengkuti proses tersebut. Di antaranya, Bupati Bolsel Herson Mayulu, Bupati Minahasa Jantje Sajouw, Bupati Sitaro Toni Supit, Bupati Minut Sompie Singal, Wakil Bupati Boltim Medy Lensun, Wakil Bupati Bolmong Yanni Tuuk, Wakil Bupati Bolmut Suriansyah Korompot. “Ini memperlihatkan para Kepala Daerah yang ada juga berhasrat untuk menduduki kursi Ketua DPC di wilayahnya,” kata pengamat politik Sulut, Rolly Toreh.
“Sejumlah Ketua DPC dipastikan akan diduduki wajah baru. Misalnya di Minahasa Jantje Sajouw, Bolmut Suriansyah Korompot, Minut Sompie Singal dan Sitaro Toni Supit. Dari Tomohon terlihat ada Carol Senduk, Sangihe Dicky Makagansa. Mereka juga terlihat berpeluang karena kader potensial. Itu pasti akan menjadi pertimbangan partai,” nilai Toreh.
Sekretaris DPD PDIP Sulut, Frangky Wongkar, menjelaskan jika proses ini sangat penting untuk menghasilkan pimpinan partai yang tepat. “Proses ini kebijakan partai di tingkat DPP. Fit and proper test itu uji kemampuan. Tes psikologi melihat seseorang itu bisa atau tidak dia menjadi pimpinan partai,” terangnya.
“Di PDIP memang untuk menjadi calon Ketua, Bupati, pimpinan Dewan harus melalui fit and proper test dan tes psikologi. Ini salah satu syarat penting untuk menilai calon,” jelasnya.
Menurut Wongkar, DPC di 15 Kabupaten/Kota di Sulut seluruhnya hadir. “Tapi tidak semua 5 orang hadir. Yang tidak hadir dianggap mengundurkan diri,” ungkap Wogkar.
Disinggung soal kehadiran dalam tes sejumlah sosok yang dinilai bukan kader Banteng, Wongar membantahnya. “Di dalam aturan partai, ada kriteria untuk memimpin partai. Pertama kesamaan ideologinya, pengabdiannya untuk membesarkan partai. Anggota kan KTA tapi kader bisa melalui pernyataan,” tandasnya.
Wongkar juga menjelaskan, mekanisme pengusulan 5 nama itu dimulai dari tingkat Ranting. “Tingkat Ranting, PAC, DPC, mengusulkan tapi sesuai aturan DPD yang menetukan 5 nama itu. Tapi siapa 3 nama yang akan ditentukan itu kewenangan DPP. Jadi, 5 nama diusulkan, 3 nama akan ditentukan DPP. 3 nama itu baru saat Kofercab mereka yang akan bermusyawarah,” papar Wongkar, sembari menambahkan jika yang melakuka fit and proper test tersebut independen, dari Himpunan Psikolog Seluruh Indonesia. (rikson karundeng)



































