'JFE Harga Mati'

Menuju Pilkada Tomohon


Tomohon, ME

Rencana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Tomohon yang akan dilaksanakan Desember tahun ini, ternyata sudah diantisipasi jajaran Partai Golkar (PG) Tomohon. Beringin Tomohon yang dinahkodai Jimmy F Eman, SE Ak, jauh-jauh hari, intens melakukan konsolidasi kader.

Ketua Harian DPD PG Tomohon Jack Palar, mengatakan, PG telah siap menghadapi pertarungan politik ke depan. Kata Palar, modal utama yakni dengan melakukan konsolidasi kader.”Iya, kondisi ini sudah diantisipasi PG Tomohon. Dengan adanya kabar pelaksanaan Pilkada dipercepat hingga Desember mendatang, kami sudah siap untuk bertanding,” jelas Palar, Senin (16/2) malam.

Ia optimis kader PG yang akan diusung dalam Pilkada pasti memenangkan pertandingan tersebut.”Sangat yakin, sebab ada beberapa parameter yang sudah membuktikan kesolidan kader PG Tomohon,” aku Palar.

Apalagi, kata dia, kandidat utama Calon Walikota (Cawali) yakni Jimmy F Eman, SE Ak (JFE). Jelas Palar, kapasitas, kualitas, komitmen, konsistensi dan keuletan  dimiliki JFE. Bahkan, ditangan Eman yang saat ini menjabat sebagai Walikota Tomohon, PG Tomohon kian tesohor. Demikian juga dengan proses kaderisasi yang berjalan mulus. “Apalagi dukungan kepada pak ketua diberikan seluruh masyarakat Tomohon karena kemampuannya yang luar biasa memimpin Kota Tomohon. Oleh sebab itu, kami yakin JFE akan menjadi pemenang,” aku Palar.

Kata Palar, jika proses politik yang terjadi di Kota Tomohon sejak Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu seperti pertandingan Silat, hanya tiga jurus yang sudah dikeluarkan PG Tomohon, namun buktinya PG menjadi pemenang Pileg.”Sebenarnya ada lima jurus yang kami siapkan. Tapi, yang dua belum kami keluarkan. Toh, kemenangan bisa kita raih,” jelasnya.

“Apalagi untuk saat ini. Ketika dukungan masyarakat Tomohon ditujukan kepada Pak Walikota kian banyak,” cerocosnya.

Ia tak menampik jika dalam penetapan kandidar Cawali, PG akan menerapkan setiap kebijakan dan aturan partai. Namun, intinya bulat dukungan partai akan disematkan buat JFE.”Tetap ada mekanisme partai yang harus dilalui, namun untuk posisi Cawali kami yakin Pak Eman sangat tepat,” lugasnya.

Menanggapi dukungan masyarakat kepada Jimmy F Eman, SE Ak, ia mengatakan sangat tepat. Alasannya, kemampuan Pak Eman memimpin Kota Tomohon menjadi salah satu alasan masyarakat melabuhkan dukungannya.”Harus objektif, dibawah kendali Walikota Eman, Tomohon banjir prestasi. Kesejahtraan masyarakatpun berangsur-angsur naik,” tambahnya.“Jadi JFE harga mati,” tutupnya.

Potensi Pilkada Tomohon digelar Desember 2015 setelah Panja DPR RI melakuka Revisi Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota (Pilkada). Disepakati, beberapa hal terkait Pilkada langsung. Salah satunya adalah mengenai pelaksanaan Pilkada yang dibagi dalam beberapa gelombang. Pilkada gelombang pertama dilaksanakan Desember 2015. Pelaksanaan pilkada gelombang pertama itu digelar untuk kepala daerah yang berakhir masa jabatannya pada 2015 dan semester pertama 2016. Kebijakan ini dipastikan akan ‘memaksa’ pemilihan Gubernur Sulut dan Kabupaten/Kota yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir di 2015 seperti, Kabupaten Boltim, Minsel, Bolsel, Minut, Kota Manado dan Tomohon, menggelar Pilkada tahun ini.

"Gelombang kedua dilaksanakan Februari 2017 untuk akhir masa jabatan semester kedua tahun 2016 dan seluruh kepala daerah yang akhir masa jabatannya tahun 2017," terang Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Abdul Malik Haramain, Minggu.

Pilkada gelombang ketiga akan dilaksanakan pada Juni 2018 untuk masa jabatan yang berakhir 2018 dan 2019, sedangkan Pilkada serentak disepakati mulai dilakukan secara nasional pada 2027.  Panja Revisi RUU Pilkada juga menyepakati penguatan pendelegasian tugas pada KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pilkada. Syarat untuk calon gubernur dan bupati/walikota juga disepakati berpendidikan paling rendah SLTA atau sederajat.(victor rempas)



Sponsors

Sponsors