Penyerapan APBD Sitaro Terganjal Perencanaan Tak Matang


Siau, ME

Pada Tahun 2014 lalu, pembangunan di Sitaro sepertinya kurang terselenggara optimal. Banyak program pemerintah disinyalir tidak mulus bahkan gagal realisasinya. Bagaimana tidak, serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dinilai sangat rendah capaiannya.

“Serapan anggaran masih sangat rendah. Ini merugikan masyarakat dan pemerintah sendiri,” ungkap sumber di Pemkab.

Kata sumber, APBD adalah uang rakyat. Karena itu, bila pemerintah selaku pengguna anggaran tidak memakai APBD dengan baik, maka rakyatlah yang paling dirugikan. “Dampaknya, masyarakat tidak bisa merasakan pembangunan secara memadai. Banyak uang rakyat tidak terpakai dan mengendap di khas daerah,” ungkap sumber.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Kabupaten Sitaro, Seska Salindeho mengatakan, pada tahun 2014 lalu. capaian program pemerintah pada semua SKPD memang tidak terealisasi seratus persen dari yang direncanakan sebelumnya. "Tahun 2015 ini, kami sudah instruksikan agar semua SKPD harus mengoptimalkan capaian kinerja secara maksimal," harap Salindeho.

Di sisi lain, pemerintah mengaku, penyebab serapan rendah karena banyak SKPD dan instansi pemerintah lain bekerja di bawah standar dan sejumlah kepala SKPD seperti tak mampu merencanakan dan merealisasi APBD sesuai target. “Banyak yang belum kerja optimal. Serapan anggaran kita masih sangat rendah,” ungkap Kepala Bapedda Sitaro, Dr Semuel Raule Mkes.

Menurutnya, Beberapa kegiatan juga yang tidak terealisasi seperti Pengadaan Mobil pemadam kebakaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Hal ini terjadi karena perencanaan yang tidak matang. Sehingga, perlu diperbaki. "Kelemahan kita disini hanya perencanaan di SKPD masih belum optimal, sehingga banyak program yang tidak terealisasi," kata Raule. (haman palandung)

Berikut capaian Realisasi anggaran paling menyolok yaitu :

- BPBD 55,40 persen dari alokasi anggaran Rp5 Miliar yang terealisasi hanya sekira Rp3 Miliar.
- Setwan 70,45 persen dari alokasi anggaran Rp19 Miliar yang terealisasi hanya sekira Rp13 Miliar
- Disbudpar 70,80 persen dari alokasi anggaran Rp 8 Miliar yang terealisasi hanya sekira Rp6 Miliar.



Sponsors

Sponsors