PLN Tagulandang Kembali Dikeluhkan Warga
Siau, ME
Kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Tagulandang kembali menjadi sorotan dan pengeluhan warga. Pasalnya pelayanan yang kurang maksimal terkait sering terjadinya pemadaman selang beberapa bulan terakhir menjadi kendala tersendiri dan cukup serius yang dialami warga.
Seperti dikatakan Selvi Manahampi warga Kelurahan Balehumara. "Pasokan listrik sangat minim, yakni menyala dari pukul 11 malam dan padam lagi pukul 6 pagi hari, jadi jika dikalkulasi dalam satu hari listrik bisa padam hingga 17 jam," ungkapnya dengan nada kecewa.
Akibat sering padamnya arus listrik ini, Kamis (12/2) malam pekan lalu terjadi kebakaran sebuah bangunan rumah yang digunakan sebagai salon kecantikan yang diakibatkan lilin yang terbakar.
Kapolsek Tagulandang AKP AB Singal yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. "Api bisa di padamkan warga sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar," tukas Singal saat dikonfirmasi kemarin.
Manager PLN Unit Tagulandang, Danny Prasetyo yang dikonfirmasi melalui Supervisor Teknik Marthen Ering mengatakan saat ini dari 7 unit mesin pembangkit yang ada di PLTD Tagulandang, tersisa 2 unit mesin yang aktif beroperasi 4 diantaranya dalam kondisi rusak sedangkan satu unit lainnya dalam status pemeliharaan.
"Ketersediaan daya listrik untuk mensuplai kebutuhan listrik pelanggan yang ada tidak memenuhi syarat. Karena untuk daya yang mampu disediakan dua unit pembangkit hanya sekira 580 KW sedangkan beban puncak yang ada di Tagulandang mencapai 1180 KW, jadi ada minus sekira 600 KW yang harus mengalami pemadaman," jelas Ering menjawab pertanyaan wartawan.
Untuk pengadaan komponen yang rusak, kata Ering, pihaknya sudah melakukan pengusulan ke PLN Area di Tahuna dan saat ini tinggal menunggu realisasi. "Secara Matrial prosedur memerlukan waktu, unit Tagulandang membuat laporan kerusakan ke PLN Area Tahuna yang kemudian meneruskan laporan ke kantor wilayah di Manado. Jadi sifatnya, kami hanya menunggu realisasi sesuai laporan yang sudah dimasukkan," pungkasnya.(haman palandung)



































