Polda Seruisi Kasus Pembunuhan di Sulut


Manado, ME

Kasus pembunuhan yang terjadi di Bumi Nyiur Melambai, diseriusi Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut). Diawali dengan kasus pembunuhan Pasutri di Kelurahan Bumi Nyiur masuk awal tahun, hingga kasus pembunuhan Mahasiswi Unima di Desa Tokin Minsel, Mahasiswi STT Parakletos di Auditorium Bukit Inspirasi (ABI) Tomohon, serta Pembunuhan dengan 35 tusukan di Kelurahahan Bailang oleh sekelompok anak ABG juga pembunuhan di Minut menjadi salah satu catatan khusus Polda untuk menindaki masalah Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tersebut.

Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik ketika diwawancarai  di ruang kerjanya, Lantai II, Mapolda Sulut mengatakan, Polda Sulut akan menseriusi hal tersebut guna terciptanya masyarakat yang aman dan damai. “Polda akan tingkatkan Bimbingan Masyarakat (Bimas). Contohnya berdayakan Babinkamtibmas, galang organisasi masyarakat sosial, LSM, Karang Taruna. Peran serta tokoh agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Tomas) dan Tokoh Adat (Todat) juga sangat penting,” Papar Damanik.

Menurut Damanik, peran serta dari pemerintah setempat juga sangat penting. “Kepedulian dari aparat Pemerintah seperti Pala, Lurah, Camat, diadakannya Poskamling, itu sangatlah penting guna menunjang keamanan dan ketertiban bersama,” akunya.

Ditambahkan Damanik, Polda juga butuh peran serta masyarakat untuk kerja sama, karena ini merupakan tanggung jawab bersama. “Maraknya kasus kriminalitas juga tanggung jawab bersama, seperti peran dan kepedulian orang tua terhadap anaknya, itu salah satu faktor. Peran orang tua sebagai erosi atau figur dan keteladanan itu sendiri terhadap anak-anak mereka,” ujarnya.

Diakui Damanik, untuk menghilangkan nyawa seseorang seperti yang terjadi akhir-akhir ini, bukanlah hal sepele, namun semua itu terjadi dikarenakan ada kesempatan. “Seperti kata Bang Napi, Kejahatan itu terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, namun karena ada kesempatan," tambahnya. (melky tumilantouw)



Sponsors

Sponsors