SHS Tembus Nominasi CAPRES
Jakarta, ME
Sosok Sinyo Harry Sarundajang (SHS) kembali mengkristal di kancah perpolitikan nasional. Birokrat handal Bumi Nyiur Melambai itu, masuk nominasi calon presiden (capres). Gubernur Sulawesi Utara dua periode itu, dipilih masyarakat Indonesia sebagai salah satu tokoh daerah yang layak diusung pada Pilpres 2014 mendatang.
Integritas, intelektual, gagasan, visioner, leadership skill, pengalaman prestatif, keberanian mengambil keputusan, komunikasi publik, aspiratif dan responsif, penerimaan publik dan partai, jadi acuan terakomodirnya mantan Irjen Depdagri itu, dalam 10 besar capres alternatif.
Demikian hasil riset Pol-Tracking Institute yang bertajuk "Mencari Kandidat Alternatif 2014: Figur Potensi dari Daerah" yang dirilis di Jakarta, Minggu (5/5) kemarin. Kejenuhan masyarakat terhadap ‘menu’ capres yang ditawarkan parpol, menjadi salah salah satu dasar dilakukannya riset tersebut. Mengingat kandidat capres, masih didominasi muka lama.
Padahal, banyak figur daerah yang sukses memimpin daerah dan berpotensi menjadi pemimpin nasional. SHS masuk daftar capres alternatif, bersama Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Bupati Kutai Timur Isran Noor, Mantan Gubernur Sumatera Barat yang kini menjabat Mendagri Gamawan Fauzi, Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto dan Eks Walikota Blitar, Djarot Syaiful Hidayat.
“Mereka layak diangkat untuk menambah ‘menu’ calon pemimpin selanjutnya. Persoalan disambut publik seperti apa, paling tidak kita sampaikan mereka punya potensi," ujar Direktur Eksekutif Pol Tracking Institute, Handa Yuda kemarin.
Penentuan skor itu bermula dengan penyusunan 100 tokoh yang pernah menjadi kepala daerah di era reformasi atau dipilih langsung oleh rakyat. Dari 100 tokoh itu, kemudian diseleksi menjadi 14 tokoh terbaik melalui beberapa fokus grup discussion.
Sebanyak 14 tokoh terbaik itu kemudian dinilai oleh 100 juri melalui wawancara langsung atau melalui kuesioner antara Maret-April 2013 . Yang menjadi juri, memiliki latar belakang akademisi bergelar profesor, rektor/guru besar universitas terkemuka, politisi, pakar berbagai bidang bergelar doktor, politisi senior berbagai parpol, pimpinan LSM, tokoh masyarakat dan agama, jurnalis dan tokoh media massa, pengamat politik, serta tokoh pemuda dan mahasiswa. “Jadi hasil poling ini dilakukan secara objektif dan profesional, tanpa ada boncengan kepentingan tertentu,” tandasnya. Dari hasil riset Jokowi, menempati urutan teratas.
Gubernur SHS sendiri mengaku terkejut dengan hasil riset Pol-Tracking Institute yang menobatkannya sebagai salah satu kandidat capres 2014. “Saya baru dengar informasi ini. Sejauh ini, saya tak pernah dihubungi lembaga survei manapun,” ujar sosok pendamai konflik horizontal di Maluku dan Maluku Utara semasa menjabat Gubernur didua provinsi itu.
“Biarlah masyarakat yang menilai. Sebab saya tak bisa menilai diri saya sendiri. Yang pasti apa yang saya lakukan selama ini, semuanya demi kepentingan bangsa, negara dan masyarakat Indonesia,” tutup penerima penghargaan Bintang Jasa Utama dari mantan Presiden Megawati Soekarno Putri serta Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan nada merendah, seperti ditirukan Jubir Pemprov Sulut, Jackson Ruaw, kepada Media Sulut, Minggu malam kemarin.
POLITIS DAN AKADEMISI SULUT NILAI SHS LAYAK
Terakomodirnya SHS sebagai salah satu capres alternatif, via riset Pol-Tracking Institute direspon positif, berbagai kalangan masyarakat Sulut, baik politisi, akademisi, tokoh pemuda maupun pemerhati politik. Penyandang gelar doktor dengan predikat Cum Laude di Univesitas Gajah Mada Yogyakarta itu dinilai pantas menjadi orang nomor satu di Nusantara.
“Dengan segudang prestasi yang ditorehkannya, SHS sangat layak diusung sebagai calon Presiden. Beliau adalah politisi, dan teknokrat yang brilian. SHS mampu mempersatukan dan Manajer Kaliber. Presiden Indonesia ke depan memang butuh sosok seperti SHS," lugas Wakil Ketua DPRD Sulut, Arthur Kotambunan.
Senada diungkapkan legislator Sulut lainnya, Benny Rhamdani. “Figur DR Sinyo Harry Sarundajang menuju orang nomor satu di Indonesia adalah sangat tepat. Sebab SHS adalah birokrat yang paripurna. Banyak Prestasi yang telah diukir dan diakui Nasional hingga kancah internasional. Yang lebih daripada itu, SHS sangat peduli terhadap rakyat," sambung politisi PDIP itu.
Pengakuan yang sama datang dari Prof. Dr. Ir. Jantje Pelealu, MS. Dekan Fakultas Pertanian Unsrat Manado itu menilai SHS patut menjadi pemimpin nasional. “Keberhasilan SHS sudah dikenal dan diakui, di tingkat domestik dan global. Itu nilai plus bagi beliau. SHS bisa membawa kemajuan yang lebih baik bagi Indonesia khususnya Indonesia Timur bila menjadi Presiden,” paparnya.
“SHS merupakan sosok pilihan rakyat yang handal dan layak menuju di pusat. Beliau terbukti sukses di pemerintahan hingga bergema di internasional. Jadi beliau bisa mewakili capres dari unsur birokrat yang handal,” sambung Ketua Prodi Entomologi Pasca Sarjana Unsrat, DR Ir Dantje Taroreh MS.
Drs. Max Rembang, MSi, dosen sekaligus pengamat politik pemerintahan ikut menanggapi hasil poling Pol-Tracking Institute tersebut.
"Ini hebat, luar biasa, spektakuler, dan baru polling murni. Belum sosialisasi diri, kalau sudah masuk 10 besar capres. Bagaiman kalau beliau terus sosialiasi, tentu akan lebih berpeluang,” singkat dosen Fisip Unsrat dengan nada bangga.
Ketua KNPI Sulut Jackson Kumaat, juga ikut angkat suara. “Melihat kompetensi, pengalaman, pendidikan, track record jabatan, dan prestasi, SHS memang sangat layak jadi pemimpin nasional,” yakinnya.
Tanggapan sedikit berbeda datang dari Taufik Tumbelaka. “Bukan tidak mungkin SHS menjadi capres. Figur dan potensi dimiliki beliau. Tapi ada tiga variable tidak tertulis yang kerap menjadi batu sandungan bagi tokoh potensial yang berasal daerah. Asal, agama dan latar belakang karier,” tanggap pemerhati politik dan pemerintahan Sulut itu.
SHS lanjut Taufik, dinilai lebih masuk akal menjadi Calon Wakil Presiden. “Tapi beliau (SHS) lebih berpeluang jadi menteri yang strategis. Sebab kemampuan beliau telah teruji dan tak perlu diragukan lagi,” bebernya.
Ia pun mengajak seluruh komponen warga Sulut untuk mendorong hal itu. “Karena ini demi kepentingan Sulut. Tanggalkan semua fiksi, perbedaan, kepentingan politis dan unsur like and dislike. Semua harus bersatu, agar power bargaining atau posisi tawar Sulut dipusat akan semakin kuat. Supaya bisa ada keterwakilan dua menteri asal Sulut, setelah E E Mangindaan terlebih dahulu menjadi pembantu Presiden SBY,” simpulnya. (msg)
Foto : Gubernur Dr Sinyo H Sarundajang



































