Ini 'Curhat' Kepala Asrama Parakletos Soal Astry Akay


Tomohon, ME

Awan dukacita membungkus civitas akademika Parakletos Tomohon. Astry Akay (21) mahasiswa semester 8 Sekolah Tinggi Teologi (STT), meregang nyawa. Belum ada penjelasan resmi terkait kematian mahasiswi ini. Sebab, Kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Duka mendalam tidak hanya ditunjukkan teman kampus korban yang diduga akibat pembunuhan. Melainkan datang dari sosok yang selama ini dekat dengan Astry. Adalah Pdt Margareta Tumengkol, STh MA, yang bertugas sebagai kepala asrama Parakletos.

Tumengkol terpukul dengan kepergian Astry. Kepada manadaexpress.co, ia tak menyangka jika Astry akan meninggal tragis. Padahal semasa hidup, dia (Astry,red) dikenal baik kepada semua orang, baik teman se-kampus, maupun dengan dosen-dosen.

“Tapi dia sangat pendiam,” aku Tumengkol.

Dalam perangai setiap hari,  diakui Tumengkol, astry rajin di kampus maupun di asrama.”Dia juga sering membantu kami di dapur,” ulasnya.

“Saat ini dia sudah semester delapan dan sedang menyusun skripsi, direncanakan dia akan di wisuda tahun ini,” urainya.

Mewakili pihak kampus dan seluruh teman-teman Astry, ia mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kematian Astry. “Jika terbukti, silahkan di hukum seberat-beratnya,” tegas Tumengkol.(micky ratag)

 

Berita Terkait Penemuan Mayat di Tomohon :

Teman Asrama Astry Akay Histeris  

Ini Identitas Korban Tewas yang Ditemukan di Kompleks ABI Tomohon

⇛ Polres Tomohon Seriusi Kasus Penemuan Mayat di Bukit Inspirasi

⇛ Penemuan Mayat, Warga Desak Polisi Usut Tuntas

⇛ Penemuan Mayat Gemparkan Tomohon



Sponsors

Sponsors