'Kader PDIP Yang Sekarang, Hanya Penikmat'
Manado, ME
Popularitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Sulawesi Utara, kian melonjak tajam. Sederet Pemilukada Kabupaten di Bumi Nyiur Melambai dimenangkan partai berlambang moncong putih. Kader maupun non kader berlomba lomba menggunakan kursi PDIP untuk memuluskan kepentingan politisnya.
Namun dimata “maskot’ PDIP Sulut, Freddy Harry Sualang, kader dari partai ‘wong cilik’ yang sekarang ini hanya tinggal menikmati hasil dari perjuangan pendiri dan pejuang Moncong Putih yang terdahulu. "Di PDIP Sulut ada tiga tipe, yakni pendiri, pejuang dan penikmat. Kader sekarang ini adalah tipe penikmat," ujar Ketua Non Aktif DPD PDIP Sulut, akhir pekan lalu.
Menurutnya, dari ketiga tipe ini, dirinya masuk di tipe pejuang. "Kalau pendiri yakni Bung Karno, kalau saya masuk dalam tipe pejuang," ungkapnya.
Sualang yang dikenal memiliki karakater keras dan pejuang, sudah pernah merasakan manisnya dunia politik saat menjabat wakil gubernur dua periode baik dipilih oleh DPRD maupun dipilih oleh rakyat. Pahitnya politik, sudah pernah saya rasakan, sejak masa perjuangan dengan PDIP bahkan sampai dalam penjarapun sudah ‘dinikmati’.
Untuk itu, dirinya sekarang memilih untuk dia dan istirahat dari dunia politik. “Saya istirahat dari dunia politik,”ucapnya.
Terkait PDIP, Sualang ternyata masih mencintai partai berlambang banteng moncong putih ini, meski hanya memberikan isyarat. Dirinya memilih diam dan tidak bergerak terkait dualisme kepemimpinan PDIP Sulut.
“Saya memilih diam, kalau saya bergerak tentu akan terjadi perpecahan. Sejak tahun lalu, sebenarnya saya sudah mengirim surat kepada Ibu Megawati agar memberhentikan saya dan mendefinitifkan Olly Dondokambey tapi sampai saat ini belum ada jawaban,” bebernya.
“Mungkin DPP PDIP bingung ambil keputusan apakah memberhentikan saya atau mengembalikan jabatan ketua DPD. Untuk berhentikan ketua kecamatan saja harus ada SK, apalagi ketua DPD,” tandasnya. (ronald rorong)
Foto: Freddy Sualang



































