Pemda Diminta Perhatikan Nasib Guru


Boltim, ME

Anggota Komisi III bidang Pendidikan dan Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rael Agow, kembali mengingatkan agar di tahun 2015, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Boltim lebih meningkatkan kualitas pendidikan.

Seperti, adanya pemerataan tenaga pengajar (Guru, red) di setiap lingkungan sekolah yang ada di Boltim.

“Ini juga sesuai dengan visi misi dari Bupati Boltim, untuk menjadikan Boltim yang cerdas dan mandiri,” ujar Agow, di Kantor DPRD Boltim, belum lama ini.

Di sisi lain dirinya menilai bahwa, pentingnya pemerataan guru tersebut karena masih ada beberapa sekolah di Boltim yang memiliki kelebihan tenaga guru, namun ada juga sekolah yang kekurangan tenaga guru.

“Ini yang harus diperhatikan oleh Pemda, karena masih kurangnya pemerataan khususnya pada guru agama,” ungkap politisi partai Golkar ini.

Begitupun dengan kondisi sekolah di wilayah terpencil di Boltim, menurutnya juga harus menjadi perhatian khusus pihak Pemda, karena dengan letak lokasi yang sulit terjangkau, yang pada akhirnya juga menjadi satu kendala yang menyebabkan turunnya mutu dan kualitas pendidikan di Boltim.

“Kebanyakan tenaga guru itu terfokuskan pada wilayah yang mudah dijangkau. Seperti di Desa Modayag Bersatu, dan di Ibu Kota Kabupaten (Tutuyan, red),” lugasnya, seraya mengharapkan pihak Pemda bisa memaksimalkan pengadaan tenaga guru di wilayah-wilayah terpencil.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadiknas) Boltim, Yusri Damopolii mengatakan, sementara ini pihaknya masih fokus melakukan penggodokan tenaga teknis kontrak, yang nantinya akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan tenaga guru.

“Jauh sebelumnya, kami sudah melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah mana yang nantinya harus mendapat penambahan guru.  Yang pasti, tunjangan yang akan diberikan tentu berbeda-beda pula, sesuai dengan kondisi di lapangan. Dan itu nantinya akan dimaksimalkan,” terang Yusri.

Adapun selain jaminan tunjangan, Diknas juga akan mengupayakan pengadaan fasilitas Kendaraan Dinas (Kendis) roda dua, untuk lebih memaksimalkan.

“Boltim masih membutuhkan tenaga pengajar kurang lebih 212 orang, dan tenaga kontrak kurang lebih 130 orang,” tandasnya.(ismail batalipu)



Sponsors

Sponsors