PAS Akui DPRD Tomohon Lemah Secara Institusi
Tomohon, ME
Suara sumbang terkait kinerja DPRD Tomohon mendapat tanggapan positif dari Ketua Komisi A, Paulus Adrian Sembel (PAS). PAS secara terbuka mengakui kinerja DPRD Kota Tomohon secara institusi memang belum maksimal. Banyak harapan-harapan masyarakat yang menurutnya belum bisa terpenuhi lembaga legislatif tempatnya bernaung itu.
Pun demikian, menurut dia Perda inisiatif DPRD bukanlah acuan utama lemahnya kinerja DPRD Tomohon. “Indikator kinerja Dekot maksimal tidak semata-mata diukur dari ada tidaknya Perda Inisiatif yang ditelorkan oleh DPRD. Perda digodok lewat Prolegda (Program Legislasi Daerah), baik Prolegda Pemkot maupun prolegda DPRD. Prolegda DPRD sendiri disusun oleh Baleg (Badan Legislasi),” urai PAS.
Lebih lanjut, PAS menambahkan, maksimal tidaknya kinerja dewan secara institusi juga dipengaruhi sudut pandang penilaian masing-masing. “Jika yang dilihat volume studi banding, Perda Inisiatif, atau hanya kekurangan lainnya, tentunya kerja dewan memang tidak maksimal.”
Kendati demikian, menurut PAS, banyak juga hal-hal positif yang telah dilahirkan DPRD Tomohon yang luput dari pengamatan publik. “Seperti misalnya, memutuskan anggaran infrastruktur 100 miliar rupiah atau 29 persen lebih besar dari plaffon anggaran di APBD 2013. Ini merupakan hasil paling spektakuler dan satu-satunya di Sulut, di Indonesia bahkan bisa dihitung dengan jari (DPRD yang mengambil keputusan seperti itu, red),” ketusnya.
Ia juga menambahkan, beberapa kali, dalam satu hari ada 2-3 kali paripurna yang dilakukan sebagai bentuk pengambilan keputusan demi pelayanan kepada masyarakat. “Kritikan masyarakat untuk peningkatan kinerja DPRD merupakan suatu keharusan. Sebab kami adalah wakil rakyat dan majikan anggota DPRD adalah rakyat,” tuntas PAS. (tr-03)
Foto: Paulus Sembel



































