CNR dan JWS 'Bersitegang' di Debat Kandidat


Langowan, ME

Perseteruan pasangan Careig Naichel Runtu-Denny Jonly Tombeng (CNR-DJT) dan Jantje Wowiling Sajow-Ivan Sarundajang (JWS-Ivansa), kian  mengerucut. Perang terbuka tak hanya dikumandangkan tim sukses dari kandidat yang diusung Golkar-Demokrat dan PDIP itu. Tapi rivalitas konflik juga telah mendera duo calon penguasa dari pasangan yang diback up Bupati Minahasa, Stefanus Vreeke Runtu (SVR) dan Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang (SHS).

Fenomena itu mengkristal dalam debat kandidat yang dihelat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Minahasa, Minggu (2/12) di aula Sekolah Tinggi Alkitab (STA) Raranon Kecamatan Langowan Barat. CNR dan JWS sempat bersitegang dalam debat terbuka yang disaksikan ratusan pasang mata. Kematangan berpolitik dua politisi itu  pudar seketika. Sikap emosional yang terlihat lebih menonjol.

Ketegangan itu bermula, ketika CNR yang mendapat undian bertanya kepada JWS, menanyakan apa yang akan dilakukan wakil bupati Minahasa itu terhadap Tanah Toar Lumimuut jika tidak terpilih menjadi Bupati.

JWS yang terkesan agak tersinggung dengan pertanyaan CNR, secara lugas menolak memberi jawaban. “Saya tidak akan memberikan jawaban. Visi misi saya untuk menang di Pemilukada bukan kalah,” tegasnya.

Sikap JWS menyulut emosi CNR. Ia pun 'memaksa' JWS untuk memberi jawaban. “Saya kan diberi kesempatan bertanya. Apalagi kita semua (pasangan calon,red) sudah punya komitmen siap menang dan siap kalah. Jadi jawab pertanyaan itu,” cerocos CNR dengan nada agak tinggi. Namun JWS tetap bersikukuh tidak menjawab. “Tidak akan saya jawab, Pertanyaannya diluar konteks,” sindir JWS yang sontak membuat suasana debat kian memanas.

Raut wajah CNR pun terlihat memerah sambil sesekali menyeka keringat. Telunjuk CNR terlihat sempat mengarah ke arah JWS. Namun JWS tetap mengabaikan pertanyaan CNR tersebut. Malah pendamping JWS, Ivansa sempat minum kopi disela sela debat yang hangat itu. Teriakan sindiran dari kedua pendukung pun menggema di ruang debat.

Kritikan pedas pun mengalir dari sejumlah warga yang hadir dalam debat visi misi pasangan calon tersebut. “Kami kesini mau lihat debat yang bermutu, bukan perang urat saraf seperti ini. Calon pemimpin harusnya tenang dan mampu bersikap elegan. Tidak harus emosional seperti itu,”  ketus Asel dan Novi, warga Langowan.

Moderator debat, Yessi Momongan yang coba melerai tak mampu membendung ketegangan dua kandidat yang terkesan sudah terbawa amarah itu. Akhirnya sesi tanya jawab soal budaya dan pariwisata  selama 5 menit itu hanya mempertontonkan aksi 'emosional' dua calon pemimpin itu.

Kegiatan debat itu sendiri, menghadirkan tiga panelis masing masing , Prof Dr Yong Ohoitimur, Pdt Ruut Wangkay MTh dan Dr Ivan Kaunang. Hadir dalam kegiatan itu sendiri, Ketua KPUD Minahasa, Meidy Tinangon dan sejumlah anggota, Muspida Minahasa, Ketua Panwaslukada Minahasa, Erwin Sumampouw dan anggotanya, anggota DPRD Minahasa, jajaran Pemkab Minahasa dan ratusan pendukung masing-masing calon.(tim me)

Foto: CNR dan JWS  terlibat adu tegang dalam debat pasangan calon.(ist)



Sponsors

Sponsors