Foto: Faisal Anwar
Nelayan Sulut Makin Terjepit
Manado, ME
Nasib para nelayan di Sulut makin miris. Pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) November 2014 lalu, tingkat kesejahteraan nelayan Sulut turun. Kini, angin dan badai yang terus mendera menambah pilu para penangkap ikan tersebut.
Kesejahteraan nelayan di Sulut pada bulan November 2014 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi petani di sub sektor perikanan, baik perikanan tangkap dan budi daya, juga mengalami penurunan.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Faizal Anwar, Nilai Tukar Petani (NTP) perikanan tangkap di bulan November mengalami penurunan sebesar 2,54 persen atau 111.91 di bulan Oktober menjadi 109.07 di bulan November 2014. Sama halnya dengan nilai tukar usaha petani pada sub sektor ini mengalami penurunan sebesar 4,08 persen atau 119.25 di bulan Oktober menjadi 114.39 di bulan November.
“Indeks yang diterima petani, untuk sub sektor perikanan tangkap mengalami penurunan sebesar 0,69 persen, dari nilai 126.06 di bulan Oktober menjadi 125.19 di November,” papar Faizal.
Sedangkan indeks harga yang dibayar petani, meningkat sebesar 1,89 persen dari 112.65 di bulan Oktober menjadi 114.78 di bulan November 2014.
Besarnya peningkatan indeks yang dibayar nelayan ini lebih dipengaruhi oleh perubahan konsumsi rumah tangga yang meningkat sebesar 1.20 persen, dan konsumsi ini lebih didominasi oleh peningkatan kelompok perumahan sebesar 1.46 persen.
“Sedangkan untuk indeks biaya penambahan produksi bahan modal yang digunakan nelayan untuk usahanya mengalami peningkatan sebesar 3.53 persen,” ungkapnya.
Kondisi ini dprediksi bakal berlanjut pada bulan Desember 2014. Tingginya curah hujan serta angin membuat para nelayan urung melaut. "Kami tidak melaut kalau hujan dan angin, terlalu beresiko," kata sejumlah nelayan di Manado Utara.
Jika dilihat dari komoditas yang memberikan kontribusi positif pada sub sektor perikanan tangkap dalah ikan teri 6,17 persen, baronang 5,32 persen dan selar 1,22 persen. Sedangkan ikan tongkol turun 2,37 persen, kembung 2,03 persen dan kakap turun 2,03 persen. (raimon sumual)



































