Sepak Terjang 'Kawanua Connection' Mulai Terbongkar


Jakarta, ME

Rentetan kasus dugaan korupsi yang menyeruak dari permainan anggaran di DPR RI belakangan memunculkan nama-nama familiar di benak warga Sulawesi Utara. Sejumlah figur kawanua yang berkiprah di pusat terjerembab dalam turbulensi kasus-kasus itu. Tak hanya kalangan legislator Senayan, pengusaha hingga pekerja pers juga ikut-ikutan terseret.

Jeffrey Manuel Rawis, wartawan senior kantor berita Antara, mengaku kerap menerima uang dari Angelina Sondakh. Kenyataan itu dituturkan mantan Pemimpin Redaksi Sulut Post itu dihadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (29/11) kemarin.

Kendati demikian, menurut Jeffrey uang yang diterimanya dari terdakwa pengurusan anggaran proyek Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan terkait dengan peliputan sejumlah acara Angie. "Saya menerima uang via transfer ke rekening saya di Bank Mandiri," kata Jeffrey dalam persidangan lanjutan kemarin.

Angie, sapaan akrab Putri Indonesia 2001 itu didakwa menerima suap Rp12,58 miliar dan US$ 2,35 juta terkait penganggaran proyek Kementerian Pendidikan serta Kementerian Olahraga tahun anggaran 2010-2011. Dana itu diduga berasal dari Grup Permai, perusahaan milik Muhammad Nazaruddin, bekas Bendahara Partai Demokrat yang menjadi terpidana suap Wisma Altet SEA Games.

Jeffrey sendiri diduga menjadi kurir Angie dalam menerima duit dari perusahaan Nazar. Ia ditengarai pernah menerima dana Rp5 milyar dari Luthfi Ardiansyah, sopir Wakil Direktur Keuangan Permai Grup, Yulianis.

Dalam persidangan kemarin, Jeffrey mengaku mendapatkan tranfer dari Angie sebanyak empat sampai lima kali pada periode 2009-2010. Duit yang ditransfer rata-rata Rp2 juta. "Pernah juga Rp 10 juta untuk urusan rumah kedukaan keluarga saya," ujar dia.

Menurut Jeffrey, yang mengaku punya hubungan keluarga dengan Angie, duit itu diberikan saat dirinya meliput sejumlah acara, seperti perlindungan orang utan dan peluncuran buku. "Saya biasa dipanggil kalau Ibu Angie ada kegiatan di luar DPR," ujarnya.

Jaksa menanyakan apakah Antara memperbolehkan dirinya menerima uang. Jeffrey menjawab tidak diperbolehkan. Ia berkilah menerima uang Angie karena tidak berhubungan dengan penugasannya sebagai wartawan yang meliput di DPR. "Kegiatan itu semuanya kan di luar DPR," ujarnya.

Namun, Jeffrey membantah pernah menjadi kurir Angie. Ia menegaskan tak pernah diperintah Angie menerima uang dari Grup Permai. Jeffrey dan Angie sendiri diketahui memiliki hubungan kekerabatan jauh. Keduanya juga sama-sama berasal dari Kanonang, Kawangkoan.

Angie sendiri dalam persidangan kemarin membenarkan pernyataan Jeffrey. Ia lantas meminta maaf karena Jeffrey ikut tersangkut dalam kasus ini. "Maafkan saya karena nama saksi ikut terbawa," ujar Angie, sambil sesenggukan.

Jeffrey sendiri bukan figur kawanua pertama yang terseret dalam kasus Angie. Sebelumnya, pengusaha asal Minahasa Utara, Paul Nelwan juga telah dikaitkan dengan kasus permainan anggaran di DPR-RI.

Rabu (21/11) pekan lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memeriksa pria bernama lengkap Saul Paulus David Nelwan itu terkait kasus Hambalang. Pengusaha yang pernah mencalonkan diri dalam Pemilukada Minut itu disebut-sebut orang dekat Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam. "Paul diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Deddy Kusdinar," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha.

Paul Nelwan sendiri telah beberapa kali dimintai keterangan sebagai saksi terkait penyidikan Hambalang. Paul juga pernah bersaksi dalam persidangan terdakwa Angie. Dalam persidangan Angie beberapa waktu lalu terungkap, Paul merupakan orang dekat Wafid Muharam. Dia disebut-sebut ikut mengurusi proyek Wisma Atlet. Paul juga disebut mengurus proyek pusat olahraga nasional Hambalang. Paul diduga sebagai salah seorang yang menghubungkan sejumlah perusahaan subkontraktor proyek ini dengan PT Adhi Karya.

Mantan pegawai Grup Permai, Mindo Rosalina Manulang, saat bersaksi dalam persidangan kasus Angelina mengakui bahwa proyek Hambalang dan Wisma Atlet diurus oleh Paul dan Wafid. Menurut dia, Paul berurusan dengan "gedung sebelah", yang diartikan sebagai gedung DPR.

Oktober lalu, KPK sempat menggeledah rumah Paul Nelwan di Jalan Wahyu Blok G Nomor 28, Gandaria, Jakarta Selatan. Dalam penggeledahan itu, KPK mendapatkan sejumlah dokumen terkait kasus Hambalang. Paul diketahui memiliki perusahaan bernama PT Assa Nusa Indonesia.

Selain kasus-kasus dugaan korupsi yang melibatkan Angie. Paul Nelwan juga diduga kuat ikut terlibat dalam kasus kongkalingkong Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID). Paul dalam kasus yang menggiring Wa Ode Nurhayati, personil Badan Anggaran (Banggar) DPR ke 'hotel prodeo' itu disinyalir berperan sebagai brooker proyek.

Paul diduga memberikan uang senilai Rp750 juta kepada Wa Ode agar Kabupaten Minahasa mendapatkan alokasi dana kesehatan dari pemerintah pusat. Uang diberikan melalui Haris Andi Surrahman, kader Golkar.

Kasus DPID itu juga menyeret nama Olly Dondokambey, anggota Banggar DPR. Bendahara DPP PDIP sekaligus pejabat Ketua DPD PDIP Sulut itu ditengarai merupakan salah satu 'pemain' dalam kongkalingkong DPID. Secara kebetulan, Paul dan Olly juga sama-sama berasal dari Minahasa Utara. Dalam kasus DPID, keduanya juga telah beberapa kali diperiksa KPK.

Jan Tinangon, Koordinator Forum Pemantau Transparansi Anggaran Publik (FPTAP) Sulut sendiri menilai, keterlibatan sejumlah figur dari Sulut dalam sejumlah kasus kongkalingkong anggaran di pusat bukan kebetulan. “Ini indikasi sistematisnya kental sekali. Saya duga, ada semacam jaringan. Komunitas. Koneksinya lebih ke kepercayaan pribadi, tidak terpengaruh latar belakang politik dan partai,” tanggap Jan, saat dihubungi Kamis (29/11) kemarin.

Menurutnya, keterkaitan figur-figur tersebut dalam kasus-kasus dugaan korupsi di DPR-RI berpotensi merusak citra Sulut di mata Nasional. “Karena itu harus diusut tuntas. KPK harus membuktikan mereka-mereka benar terlibat atau tidak. Jangan sampai citra Sulut jadi rusak karena kasus-kasus ini,” pungkasnya. (tim ms/tmp/gtr)



Sponsors

Sponsors