CNR-DJT 'Gagal' Galang Dukungan di Kampanye Terbuka

Diduga Terkendala Finansial


Tondano, ME

Kiprah pasangan, Careig Naichel Runtu-Denny Djonly Tombeng (CNR-DJT), di Pemilukada Minahasa diisukan kian melemah. Tak dimanfaatkannya momentum kampanye terbuka, Kamis (29/11), jadi salah satu indikatornya. Padahal agenda rapat umum terbuka  tersebut  merupakan salah satu ajang pembuktian dukungan massa dari pasangan calon. 

Beredar rumor,  pasangan usungan koalisi Golkar –Demokrat itu tak bisa menggalang dukungan massa. Masalah finansial ditengarai jadi salah satu pemicunya.  Kubu DJT disinyalir belum menggelontorkan dana kampanye sesuai yang disepakati.

“Kalau tidak salah, dana operasional kampanye dari papan dua belum masuk. Jadi kampanye terbuka perdana tidak jadi digelar,” bisik salah satu kader Golkar yang namanya enggan dikorankan.

Kebijakan CNR-DJT untuk tidak menggelar kampanye  juga membuat  banyak kader, simpatisan dan pendukung  CNR-DJT   kecewa. Pasalnya  kampanya umum itu, hanya dilakukan 2 kali. 

“Aneh bin ajaib. Kenapa kampanye terbuka tidak dimanfaatkan secara optimal. Ini bisa saja membuat pendukung kita lari ke pasangan lain,” sesal salah satu kader PG asal Langowan.

Ia pun sempat  menilik kebelakang soal Pemilukada 2007 lalu. Kala itu, menurutnya,  calon Bupati Minahasa,  Stefanus Vreeke Runtu (SVR)  secara maksimal memobilisasi massa secara besar besaran dalam 2 agenda kampanye terbuka. “Terbukti SVR menang.  Pemilih yang masih mengambang,  ikut terpengaruh melihat dukungan massa yang begitu besar. Tapi kalau seperti (tidak gelar kampanye terbuka,red), akan sulit. Takutnya dana sosialisasi hanya masuk kantong tim sukses dan pengurus partai saja,” paparnya.

Tak hanya itu, Ia menduga telah terjadi gesekan antara tim sukses CNR dan DJT menyangkut biaya kampanye terbuka. “Mungkin ini soal masalah biaya lagi. Memang sulit lakukan penggalangan massa, kalau ada persoalan anggaran antar sesama calon. Ya, namanya kampanye tentu kos politiknya tinggi,” cerocosnya.

Kritikan senada datang dari pendukung CNR-DJT di Kawangkoan.  “Tidak tau apa maunya tim sukses ini. Masakan ajang kampanye terbuka tidak dilakukan.  Jujur kami sangat kecewa,” ketus sejumlah simpatisan  Demokrat asal Kawangkoan.

“Jangan jangan sudah minim ‘peluru’  (dana kampanye,red). Kami bisa adakan sendiri kok. Yang penting kampanye terbuka dilakukan. Supaya kita juga bisa tunjukkan juga kekuatan pada pasangan lain. Kalau begini, kita sudah dianggap kalah sebelum bertanding ,” sembur sejumlah warga yang mengaku pendukung militan DJT.

CNR sendiri ketika dikonfirmasi Media Sulut, membantah keras isu tersebut. “Tidak benar. Ini (tak lakukan kampanye,red) adalah bagian dari strategi,” tepis Ketua DPD II Golkar Minahasa itu.

Ia pun membantah bila kos politik dari DJT belum masuk. “Semua anggaran politik sudah ada.  Anggaran telah siap. Kita nanti akan lakukan kampanye terbuka di putaran kedua nanti,” tandas  putra mahkota SVR itu.

Senada diungkapkan Sekretaris DPD II Golkar Minahasa,  Febry Suoth.  Menurutnya, show force massa sudah tidak terlalu efektif dalam Pemilukada. “Kampanye terbuka tidak terlalu menyentuh masyarakat. Kami masih fokus pada kampanye terbatas. Itu masih lebih efektif,” tukas salah satu legislator Minahasa itu.

Disinggung soal munculnya kekecewaan dari kader dan simpatisan terkait tidak dilakukannya kampanye terbatas kemarin, Suoth mengaku tak percaya. “Tidak mungkin. Mereka sudah tahu, kita belum akan menggelar rapat umum terbuka di putaran pertama. Itu sudah disosialisasikan oleh tim sukses di setiap desa dan kelurahan. Kita hanya akan menggelar kampanye umum di putaran kedua nanti,” tandas Suoth seraya menyatakan rapat terbatas yang dilakukan CNR-DJT hanya terpusat di Dapil 2 atau Tondano Raya.(tim me)

Foto: Febry Suoth



Sponsors

Sponsors