Lirik Sabut Kelapa, Investor Janji Buka Lapangan Pekerjaan
AMURANG, ME : Dua investor asal Jakarta, Renjani Tanujaya dan Maya Liem menyatakan siap bermitra dengan petani kelapa di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Mereka berencana akan berinvestasi dengan melirik potensi sabut kelapa untuk dijadikan bahan komoditas industri meubel dengan kualitas eksport.
"Sambutan Ibu bupati sangat baik. Kita sudah tinjau lokasi, dan kita sepakat untuk berinvestasi di Minsel," kata Renjani Tanujaya yang didampingi rekan bisnisnya Maya Liem pada acara jumpa pers di Bukit Doa Pinaling, Amurang Timur, Selasa (10/6/2014).
Melihat letak geografis Kabupaten Minsel dan area kebun kelapa yang sangat luas, menurut Renjani, sangat cocok untuk melakukan investasi. Apalagi didukung dengan pelabuhan dan jalur trans sulawesi, tentu memberi kelancaran dalam berinvestasi.
"Prosesnya dilakukan disini. Dilihat dari segi tempat dimana memiliki jalur trans dan pelabuhan yang sangat strategis untuk langsung melakukan eksport. Ini peluang bagi petani kelapa, karena jika ini berjalan, setiap bulan ada 50 kontainer sabut kelapa yang akan di eksport ke Cina," ungkapnya.
Dia mengatakan, peluang bagi para petani kelapa dan kesejateraan rakyat Minsel bisa terangkat. Selain berinvestasi, mereka juga berjanji akan menyediakan lapangan pekerjaan ketika usaha berjalan.
"Disini dikelolah dulu baru dieksport ke Cina.
Tujuannya untuk memanfaatkan sabuk kelapa dan membuka lapangan kerja," jelasnya.
Kedepan dia menambahkan tidak menutup kemungkinan akan merambah kebisnis yang lain. Karena sebagai pengusaha mereka harus melihat realita dilapangan.
"Lihat saja nanti, tidak menutup kemungkinan batok kelapa juga menjadi salah satu peluang bisnis kami," tukasnya. (Jerry Sumarauw)



































