Pasokan BBM Aman, Kendaraan 16 Ton Bisa Melintas
AMURANG, ME : Setelah dilakukan penguatan, akhirnya Jembatan darurat yang berada di Desa Matani Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), akhirnya sudah bisa dilalui kendaraan dengan kapasitas 16 ton.
"Sejak selasa pukul 16:00 wita (kemarin) jembatan sudah bisa dilalui kendaraan maksimum 16 ton," ujar penanggung jawab proyek pembangunan jembatan Nico Lumanauw, Kamis (29/5/2014).
Seperti diketahui sejak Kamis (22/4/2014) lalu, pihak kontraktor mengeluarkan larangan bagi kendaraan yang akan melintas di jembatan tersebut. Dimana kendaraan yang akan melintasi jembatan darurat yang dibangun pihak kontraktor tidak melebihi kententuan yakni 8 ton.
Akibat adanya pembatasan ini mengakibatkan sejumlah SPBU yang ada dibeberapa daerah di Sulut temasuk Minsel, mengalami kekosongan BBM jenis Solar, Premium maupun Pertamax.
Kekosongan ini juga menyebabkan harga BBM tidak terkendali. Dipengencer premium harga normal dijual Rp. 8.000 namun setelah mengalami kekosongan, dipengencer premium tembus Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000 per liter. Bahkan di kecamatan Modoinding harga BBM jenis premium ini dijual dengan harga Rp. 40.000.
Dengan adanya penguatan jembatan ini, kendaraan dengan kapasitas 16 ton sudah diizinkan melintas. Dari pantauan Manado Express, kendaraan tangki milik pertamina 16 kilo liter sudah bisa melintasi jembatan tersebut. (Jerry Sumarauw)
Foto : Kendaraan Tangki Pertamina 16 kilo liter sudah bisa melintas di Jembatan darurat Matani Kecamatan Tumpaan Minsel, setelah Selasa (27/5/2014) lalu dilakukan penguatan oleh pihak kontraktor.



































