Elemen Masyarakat Kecam Aksi Pembunuhan Wartawan
Manado, ME
Peristiwa pembunuhan terhadap Aryono Linggotu (26), wartawan harian Metro, langsung mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat. Paulus Adrian Sembel, aktivis Sulut yang juga Ketua Komisi A DPRD Kota Tomohon, dengan tegas mengecam aksi keji ini.
“Kami mengecam tindakan biadab tersebut. Kami juga meminta aparat hukum segera menuntaskan persoalan ini,” tandas Sembel, Minggu (25/11).
Hal yang sama ditegaskan praktisi hukum, Frangky Mantiri SH. Menurutya, kasus ini harus segera dituntaskan pihak kepolisian. “Kasus pembunuhan jurnalis ini ini harus ditelusuri, jangan sampai ada usaha pembungkaman terkait dengan karya jurnalistik korban. Kalau itu terbukti, tentu sangat disayangkan karena hal itu jelas bentuk penghancuran terhadap salah satu pilar demokrasi di negara ini,” ujarnya.
Mantiri juga menyayangkan, peristiwa ini harus terjadi justru disaat Provinsi Sulut akan menjadi tuan rumah pelaksanaan HPN. “Kita tentu sesali kejadian ini. Di saat Sulut akan menjadi tuan rumah HPN Februari 2013 nanti, peristiwa-peritiwa keji terhadap para jurnalis di Sulut justru harus mewarnai media masa lokal hingga nasional. Sangat disayangkan,” katanya.
Ketua Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Eko Mariadi juga mengecam pembunuhan sadis terhadap jurnalis ini. Hal yang sama ditegaskan Ketua AJI Sulut, Joseph Ikanubun.
“Ini kejahatan kemanusiaan yang tak bisa dibiarkan. Sebagai warga negara, kita wajib mendapat perlindungan hukum. Karena itu, kami minta polisi segera tangkap pelaku. Usut apa motif di balik kejadian. Jangan sampai itu karena terkait dengan pemberitaan yang dibuat korban,” pintanya.
Ikanubun juga menjelaskan, pihak AJI akan terus mengawal proses pengusutan terhadap kasus pembunuhan ini.
“Kami AJI, berkomitmen akan mengadvokasi kasus ini. Akan kami kawal proses penyelasaiannya. Senin besok, Koordinator AJI Rayon Sulawesi-Maluku, akan datang dari Makasar ke Manado dalam kaitan dengan proses advokasi tersebut,” terangnya. (tim ms)
Foto: Anak almarhum Aryono Linggotu, saat menaburkan bunga di makam sang ayah, Minggu (25/11) petang. (ist)



































