Pemakaman Korban Panah Wayer Dikawal Ketat Aparat


MANADO : Proses pemakaman Riski Husuna (17), warga Mahakeret Timur Lingkungan I, Manado, yang tewas terkena panah wayer pada Senin (12/5) malam, berlangsung tegang. Pengawalan pun mendapat pengawalan puluhan polisi dibantu beberapa aparat TNI-AD. 

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kericuhan saat berada di sepanjang jalan yang akan dilalui. Pasalnya, kematian Riski akibat terkena panah wayer yang dilesakkan tersangka AP alias Axel (16) warga satu kompleks.

Saat jasad Riski diusung ke pekuburan, ratusan massa kerabat dan teman-teman korban turut mengiringinya. Sepanjang perjalanan, mereka tak banyak bicara tanda dukacita yang mendalam akibat kepergian korban. Selain puluhan personel Dalmas Poresta Manado yang ikut dalam rombongan jenazah, di setiap persimpangan jalan terlihat beberapa anggota polisi turut berjaga dan mengatur lalu lintas. Pelak saja, prosesi pemakaman Riski terlihat bak pemakaman seorang pejabat.

Sekitar pukul 16.00 Wita sore, jenazah korban dimakamkan di Kompleks Pekuburan Mahakeret Timur. Warga pun berharap kasus kematian korban ini ditangani dengan cepat untuk menghindari tawuran sesama warga.

"Kabarnya tersangka telah tertangkap. Mudah-mudahan kasus ini cepat dituntaskan sebelum merembet menjadi lebih besar. Apalagi saya kerja malam, pulang malam pasti was-was," ujar Anti rekan korban, Selasa (13/5).

Seperti diberitakan sebelumnya, Riski tewas terkena panah wayer di bagian rusuk kiri. Pelakunya kemudian diketahui berinisial AP alias Axel.

Penggunaan panah wayer dalam beberapa kasus perkelahian dan tawuran warga saat ini tengah marak di Manado. Penggunaan panah yang dilesakkan menggunakan ketapel kerap berujung maut bagi korbannya. Polisi pun dibuat kewalahan mengatasi peredaran panah wayer. Pasalnya, bahan yang digunakan untuk merakit sangat sederhana dan mudah didapatkan.(mdk)



Sponsors

Sponsors