BPK Pantau Penyerahan Dana BSM dan BOS di Minahasa


TONDANO, ME : Ribuan siswa-siswi perwakilan dari semua tingkatan sekolah di daerah Minahasa, Jumat (14/03), memadati gedung Wale Ne Tou Tondano untuk menerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

 

Penyerahan dana BSM kepada siswa-siswi perwakilan dari semua tingkatan sekolah di Minahasa, serta penyerahan dana BOS kepada perwakilan kepala sekolah ini dilakukan oleh Direktur Jendral Pendidikan Menengah, Prof Dr Ir Ahmad Jazidik M Eng dan Direktur Jendral Pendidikan Dasar, Hamid Muhammad Phd, serta turut disaksikan langsung oleh Anggota VI BPK-RI, Dr H Rizal Djalil, Anggota Komisi I DPR-RI Puan Maharani, Ketua Komisi XI DPR-RI, Olly Dondokambey SE, Bupati Minahasa Drs Jantje W Sajow dan Wakil Bupati, Ivan Sarundajang.

 

BPK sendiri mengakui, maksud kedatangannya adalah untuk melihat serta memantau secara langsung penyaluran dana BSM untuk siswa di daerah ini. Itu dikarenakan banyak contoh terjadi di daerah lain yang menjadi persoalan karena penyaluran dana bantuan tersebut tidak tepat.

 

“Tugas kami adalah memantau dan mengawasi penyaluran dana bantuan ini. Dari hasil ini nantinya kami akan memberi opini ke Kemendikbud. Jadi, tentunya hasil ini sangat penting bagi setiap daerah khususnya yang menargetkan meraih opini WTP,” urai Anggota VI BPK-RI, Rizal Djalil.

 

Sementara, Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemkab Minahasa sangat mendukung adanya program bantuan siswa miskin dikarenakan program ini dapat mengurangi beban biaya pendidikan yang harus dikeluarkan masyarakat. Menurutnya, bantuan ini adalah bagian dari wujud tanggung-jawab pemerintah dalam rangka peningkatkan kualitas pendidikan dengan menjangkau masyarakat ekonomi lemah, khususnya bagi siswa miskin.

 

“Dengan penyaluran BSM ini diharapkan dapat mencegah jumlah anak putus sekolah yang disebabkan faktor ketidakmampuan ekonomi dan juga sekaligus menarik usia sekolah yang tidak sekolah agar dapat masuk sekolah. Dengan demikian kualitas pendidikan akan semakin meningkat serta mewujudkan masyarakat Minahasa yang cerdas kedepan,” ujarnya.

 

Disisi lain, tujuan utama pemberian dana BSM untuk para siswa kurang mampu ini menurut Dirjen Dikmen Kemendikbud RI, Ahmad Jazidik, yaitu untuk mencegah jangan sampai ada anak usia sekolah di Indonesia yang putus sekolah hanya karena masalah biaya.

 

“Untuk sistem penyalurannya langsung ke rekening setiap siswa. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam proses penyaluran dana bantuan ini,” ujarnya.

 

Lanjut dia, pemerintah pun telah membuat Program Menengah Universal (PUM) di bidang pendidikan. Di mana menurutnya, melalui program ini, pemerintah menargetkan setiap anak bangsa untuk bisa mengecap bangku pendidikan minimal pendidikan menengah.

 

“Untuk mencapai target inilah pemerintah telah menganggarakan dana pendidikan gratis dan bantuan siswa miskin bagi siswa yang kurang mampu, sehingga tidak ada alasan lagi ada anak Indonesia yang tidak sekolah karena masalah biaya,” kata Jazidik.

 

Berdasarkan data yang ada, alokasi dana BOS untuk Kabupaten Minahasa Tahun Anggaran 2014 ini berjumlah Rp 32.474.920.000 atau sebesar jumlah yang sama pada Tahun Anggaran 2013 lalu. Sedangkan untuk dana BSM, Alokasi APBN untuk Provinsi Sulut di Tahun Anggaran 2013 berjumlah Rp 82.940.200.000 dengan menargetkan 178.678 siswa kurang mampu. (Jeksen Kewas)



Sponsors

Sponsors