Foto: Bupati Minsel, Christiany Eugenia Paruntu
Pemkab Minsel Dituntut Kedepankan Profesionalisme
Jelang Roling Pejabat
Amurang, ME Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) diminta segera menyikapi isu adanya permainan elit eksekutif berwarna Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) jelang rolling pejabat eselon III dan IV. Minsel sebagai kabupaten baru, harus ditunjang dengan aparatur negara yang ditempatkan secara profesional.
Demikian ditegaskan Mouretz Tampi, SIP salah satu pemerhati pemerintahan Minsel. “Jika penempatan pejabat hanya diukur dari unsur kedekatan, kekerabatan, dan hutang budi apalagi dengan uang, mau di bawah ke mana Minsel?” kritik Tampi.
Ia pun meminta Pemkab untuk mengedepankan asas profesionalitas dalam menempatkan pejabat sesuai dengan kompetensi. “Roling harus dilakukan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” tandasnya.
Pemkab Minsel melalui Jubir, ketika dikonfirmasi Alvons Sumenge, SSTP membantah keras dugaan adanya KKN dalam proses penggodokkan roling yang sedang dilakukan Tim Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) Minsel. “Isu itu tidak benar. Jika roling akan dilakukan, maka itu akan dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku. Itu pun pasti mengacu dari hasil evaluasi tim Baperjakat,” lugas Kabag Humas dan Protokoler Minsel itu.
“Roling merupakan hak prerogatif bupati. Itu bisa dilakukan kapan saja, berdasarkan hasil evaluasi Tim Baperjakat atas kinerja pejabat,” tandasnya.
Sebelumnya Bupati Minsel, Christiany Eugenia Paruntu, SE telah meminta Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) untuk menyusun rolling pejabat dengan mengedepankan asas profesional, kompetensi, hingga mental dan psikologis. (revel maliangkay)



































