Siswa Keluhkan Keberadaan Dinas Pendidikan


TUTUYAN, ME : Pasca dimekaarkannya Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) beberapa tahun yang lalu, Dinas Pendidikan Boltim hingga saat ini masih meminjam Gedung  Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Tutuyan tepatnya di Desa Tombolikat.

 

Dengan keberadaan dinas pendidikan ini ditambah lagi dengan aktivitas Dinas sehari-hari, membuat para Siswa di sekolah tersebut tak lagi nyaman menerima pelajaran diruangan kelas mereka.

 

Pasalnya, ketika Dinas Pendidikan mengadakan rapat terkait kepentingan dan urusan Dinas, seringkali ruangan kelas yang notebenenya adalah tempat untuk proses belajar mengajar Siswa/siswi di sekolah SMP itu terpaksa dalam waktu yang tiba-tiba mereka harus meninggalkan ruangan kelas karena dipakai untuk kepentingan rapat dan agenda dinas Pendidikan.

 

"Mungkin ini sudah menjadi resiko untuk sekolah yang bangunannya berdampingan dengan Dinas Pendidikan dan kami harus menuruti," kesal seorang siswa SMP yang namanya tak mau diberitakan.

 

"Setiap kali mreka mengadakan rapat, selalu saja menggunakan bangunan yg sedang kami gunakan untuk proses kegiatan belajar mengajar, sehingga kami pun terganggu," sambungnya.

 

Waktu yg diperuntukan untuk belajar, kini tersita untuk membersihkan ruangan, memindahkan kursi dan meja dari ruangan sebelah keruangan  lain yang akan mereka (Dinas Pendidikan) gunakan.

 

"Yang lebih merepotkan lagi saat harus memindahkan meja dan kursi dari ke ruangan yg akan digunakan oleh mereka. Juga sehabis mereka adakan rapat, kami juga para siswa yang membersihkan ruangan. Tak hanya itu bahkan kami hampir setiap harinya harus membersihkan kamar kecil (wc red) di dinas tersebut," ujar Siswa.

 

Dulu janjinya akan membersihkan bangunan yang mereka gunakan terutama pada halaman di sekeliling dinas tersebut. Tapi sekarang hanya menjadi beban bagi kami para siswa untuk membersihkan sampah-sampah yg berserakan.

 

"Bukannya kami malas atau tidak cinta lingkungan, tapi bukankah itu sudah menjadi tanggung jawab mereka selaku yang ikut menggunakan bangunan dan fasilitas disekolah kami. Semoga saja ada tanggapan dari pihak yang terkait tentang aspirasi dari kami selaku pelajar di Boltim khususnya di sekolah kami tercinta ini," harapnya.

 

Saat ditemui diruang kerjannya, Kepala Dinas Pendidikan Boltim Yusri Damopolii mengatakan terkait dengan masaalah ini, bahwa pihak kami di Dinas tidak pernah melakukan rapat didalam ruangan kelas mereka setiap hari.

 

"Selama ini kami tidak menggunakan ruangan kelas untuk rapat setiap hari. Mungkin hanya 2 bulan sekali," kilah Yusri dengan nada agak keras.

 

Tambahnya, untuk masalah kebersihan lingkungan nanti saya akan atur secara spesifik lewat piket disini.

 

"Karena memang selama ini mungkin belum maksimal secara spesifik terkait masalah kebersihan lingkungan sekolah yang berdampingan dengan dinas,"  pungkas Yusri. (Rahman)



Sponsors

Sponsors